Serikat Buruh Siap Kawal Kasus Karyawan PT KBB Tidak Dapat Pesangon

Pihak perusahaan juga harus berfikir, meski BHL tentu tetap mendapat hak normatif sebagai buruh yang diatur UU Ketenagakerjaan.

Serikat Buruh Siap Kawal Kasus Karyawan PT KBB Tidak Dapat Pesangon
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Ketua FSB Kamiparho Landak, Yasiduhu Zalukhu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua Federasi Serikat Buruh (FSB) Kamiparho Landak Yasiduhu Zalukhu menerangkan, siap mengawal kasus karyawan di PT Kebun Behe Barat (KBB) HPI Agro yang tidak mendapat hak pesangon.

Karena menurutnya, secara aturan yang dikategorikan Buruh Harian Lepas (BHL) pekerjaan berubah-ubah dan volumenya tidak menentu. Dengan catatan perusahaan buat surat perjanjian BHL.

Baca: Disnakertrans Sambas Akan Data Kembali Pekerja Migran

Meski BHL kerja hanya 21 hari berturut-turut selama tiga tahun, maka menjadi karyawan tetap.

Maka untuk kasus karyawan PT KBB atas nama Boyok yang di PHK karena masuk masa pensiun, harus dibayar hak pesangonnya. "Apa lagi masa kerja sudah 6 tahun, tidak ada alasan lagi pihak perusahaan anggap sebagai BHL," ujar Yasiduhu Zalukhu atau yang biasa disapa Yusuf ini pada Minggu (25/2/2018).

Baca: Pjs Wali Kota Pontianak Bakal Hadiri 2 Event Kuliner Ini, Ada Pemecahan Rekor MURI Loh!

Lanjutnya lagi, selain itu tidak ada surat perjanjian kalau Boyok sebagai BHL. Kemudian THR tak dibayar.

Boyok di PHK karena masuk pensiun harus mendapat kompensasi pesangon.

Pihak perusahaan juga harus berfikir, meski BHL tentu tetap mendapat hak normatif sebagai buruh yang diatur UU Ketenagakerjaan.

"Jadi uang menjadi persoalan, ini sudah berlarut larut dari Oktober 2017 sampai sekarang. Hal ini sudah kesekian kalinya terjadi di HPI Agro. Kami atas nama serikat, akan kawal dan akan menjadikan catatan terhadap HPI Agro yang sering melakukan hal ini," tegas Yusuf.

Selain itu, menyangkut masalah ketegaagan dari Dinas terkait. Yusuf berharap Dinas lebih tegas dalam pengawas. "Kemudian memberi teguran kepada PT HPI yang merupakan perusahaan besar di Landak ini," harapnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved