Berita Video

Mengerikan! Ini Video Drone Kerusakan Alam Akibat Longsor di Brebes

"Hutan dengan kerapatan tinggi. Sesuai peruntukan hutan. Tidak ada permukiman di bagian hulu. Lahan sawah ada di bagian bawah," ungkapnya

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Mengerikan, seperti ini kondisi kerusakan akibat tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Brebes.

Kerusakan alam terlihat sangat jelas dari pantauan udara, setelah BNPB menerbangkan drone untuk mengkaji longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Minggu (25/2/2018).

Baca: BNPB Kerahkan Drone Pantau Kerusakan Akibat Longsor di Brebes

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, mahkota longsor berasal dari perbukitan Gununglio yang berpenutupan lahan sangat baik.

"Hutan dengan kerapatan tinggi. Sesuai peruntukan hutan. Tidak ada permukiman di bagian hulu. Lahan sawah ada di bagian bawah," ungkapnya dalam rilis, Minggu (25/2/2018).

Baca: Malam Ini! Saksikan Malam Grand Final Hakka Ako Amoy Singkawang 2018

Sutopo menjelaskan, lebar mahkota longsor sekitar 120 meter. Panjang landaan longsor sekitar 1 km.

"Tebal longsor antara 5-20 meter. Volume tanah longsor sekitar 1,5 juta meter kubik," jelasnya.

Ia menerangkan, penyebab longsor adalah kemiringan lereng curam, struktur tanah sarang yang gembur dan remah, batuan napal di bagian bawah sebagai bidang peluncur, dan hujan sebagai pemicu longsor.

"Jadi ini murni bencana alam," ujarnya.

Menurut Sutopo, perbukitan dengan penutup lahan hutan yang bagus seperti itu saja bisa longsor. Apalagi jika perbukitan itu gundul dan jarang vegetasinya akan sangat mudah longsor.

Lihat kondisi tanah longsornya dalam video di atas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved