Citizen Reporter

Hadiri Rakernas APPSI, PJ Gubernur Kalbar Teken MoU Bersama Antar Provinsi se Indonesia

Pertemuan para Gubernur ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna memperkuat sinergi, koneksi dan inovasi

ISTIMEWA
Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Perdagangan Komoditas Antar Provinsi Se-Indonesia saat Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (Rakernas APPSI) di Hotel Trans Luxury, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/2/2018). 

Citizen Reporter

Humas Pemprov Kalbar Rinto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANDUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Perdagangan Komoditas Antar Provinsi Se-Indonesia saat Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (Rakernas APPSI) di Hotel Trans Luxury, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/2/2018).

 Rakernas APPSI Tahun 2018 bertema Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah untuk Penguatan Ekonomi Nasional. Kehadiran Doddy didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesehatan Rakyat Setda Kalbar Alexander Rombonang, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kalbar Syarif Yusniarsyah, serta Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar Sugiri.

 Pj Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji mengatakan adanya MoU ini akan membuka peluang bagi setiap daerah untuk saling bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan.

“Pertemuan para Gubernur ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna memperkuat sinergi, koneksi dan inovasi di bidang ekonomi dan perdagangan,” ujarnya.

(Baca: Kocak,Seni Tundang Yang di Bawakan Siswa SMP Boedi Oetomo Kubu Raya, Tonton Videonya )

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar, daftar identifikasi kebutuhan dan ketersedian produk unggulan daerah Provinsi Kalbar yang diajukan antara lain bidang pertanian yakni beras (Ton). Bidang perkebunan yakni lada, kakao dan CPO (Ton).

Bidang peternakan dan bidang perikanan yakni Ikan laut tangkap (Ton). Bidang industri yakni industri perkapalan (Unit), tepung kelapa (Ton), tepung santan kering (Ton), minyak kelapa murni (Liter), minyak goreng sawit (ton), serta makanan & minuman Aloevera (Ton).

Bidang kehutanan yakni Gaharu buaya (Ton), damar (Ton), getah pinus (Ton), kayu lapis (m3) dan kayu gergajian (m3). Bidang pertambangan yakni pasir (Ton), granit (Ton), andesit (Ton), zircon (Ton) dan ball clay (Ton). Bidang ekonomi kreatif meliputi tenun ikat, tenun songket dan aneka anyaman.

(Baca: Kecelakaan Bus Putussibau-Badau di Jalan Lintas Utara, Ini Penjelasan Kapolres Kapuas Hulu )

“Penguatan kerjasama ini menimbulkan harapan terwujudnya kemandirian yang berdampak secara nasional,” jelasnya. (*).

Yuk! Subscribe Akun YouTube Video Tribun Pontianak Berikut Ini:

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved