Masih Banyak Warga Bakar Lahan, Polsek Tempunak Gencar Lakukan Sosialisasi

Untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu adanya terjadi Karhutla di wilayah Kecamatan Tempunak, pihaknya juga telah membentuk pleton desa (Tonsa).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kapolsek Tempunak Iptu Sudayat bersama anggota membentangkan spanduk peringatan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan di depan Mapolsek Tempunak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kapolsek Tempunak, Iptu Sudayat menyampaikan bahwa pihaknya terus menggencarkan sosialisasi terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada masyarakat yang masih menggunakan sistem lahan berpindah.

Terlebih menurutnya sejak beberapa minggu terakhir tidak ada turun hujan di wilayah Kecamatan Tempunak. Tentunya jika ada masyarakat yang membakar untuk membuka lahan akan beresiko tinggi terjadi Karhutla.

"Kita tetap laksanakan terus upaya-upaya preventif, terutama melalui anggota Bhabin kami ke desa binaannya. Karena di sini pada umumnya masih cukup banyak masyarakat, terutama di Tempunak Hulu yang sistem lahan berpindah," katanya, Senin (19/2/2018) siang.

Meskipun demikian, menurut sebagian dari masyarakat petani di Kecamatan Tempunak juga sudah ada yang meninggalkan sistem lahan berpindah. Hal ini buah dari sosialisasi yang dilakukan dan ditambah adanya cetak sawah.

"Namun dengan adanya program cetak sawah dari TNI, sudah ada sebagian petani yang berpindah ke cetak sawah. Mudah-mudahan ke depan ke depan setiap desa ada cetak sawahnya, agar tidak lagi berpindah," jelasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu adanya terjadi Karhutla di wilayah Kecamatan Tempunak, pihaknya juga telah membentuk pleton desa (Tonsa) yang dibina langsung oleh anggota Polsek.

Untuk satu Bhabinkamtibmas atau anggota Polsek Tempunak, sudah dilakukan ploting untuk membina pleton desa siaga api di tiga sampai empat desa. Hal ini dikarenakan keterbatasan jumlah personel Polsek Tempunak.

"Pleton desa ini kita dekerjasama dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak perusahaan. Tapi sampai saat ini alhamdulillah belum ada titik api. Mudah-mudahan ke depan jangan sampai adalah," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved