Aset Koperasi Kredit di Ketapang ini Hampir Rp 300 Miliar

“Lantaran keperluan anggotakan buka hanya pada uang saja. Tapi tentu juga pada keperluan kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Asisten II Setda Ketapang, H Farhan foto bersama jajaran CUPS Ketapang yang menyelenggarakan RAT Tahun Buku 2017 di Ketapang, Senin (19/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Credit Union Pancur Solidaritas (CUPS) Ketapang melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017 di Ketapang, Senin (19/2). Pada acara ini terungkap bahwa koperasi kredit di Ketapang itu memiliki aset hampir Rp 300 miliar.

“Pada 2017 ini jumlah aset kita sudah mencapai Rp 299 miliar. Kemudian anggota kita sudah mencapai 29.300 lebih,” kata Ketua Pengurus CUPS Ketapang, Didik Eko Purwantoro kepada wartawan di Ketapang, Senin (19/2/2018).

Baca: Petani di Kayong Utara Ini Mengaku Tidak Merasakan Manfaat Mesin Penggiling Padi

Ia mengungkapkan lebih 70 persen dari seluruh anggotanya sebagai pengguna prodak pinjaman CUPS Ketapang.

Menurutnya sebagai lembaga koperasi kredit usaha memang CUPS Ketapang hanya sebagai simpan dan pinjam.

Baca: Camat Kelam Permai Pastikan Para Petani Sudah Tinggalkan Sistem Lahan Berpindah

Pihaknya menerima simpanan dari anggota kemudian disalurkan lagi ke anggota. Penyaluran itu dalam berntuk berbagai prodak pinjaman. Kemudian dalam rangka memperluas layanan kepada para anggotanya.

Serta demi menjawab kepeluan anggota maka pihaknya juga membuka koperasi sektor real dan lain sebagainya.

“Lantaran keperluan anggotakan buka hanya pada uang saja. Tapi tentu juga pada keperluan kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

“Misalnya dalam hal keperluan kendaraan dan perumahaan. Sekarang ini yang sudah CUPS berikan adalah memberikan pinjaman kepada anggota untuk membeli kendaraan,” lanjutnya.

Ia menegaskan lantaran prinsif CUPS Ketapang layaknya koperasi yakni dari anggota dan untuk anggota. Maka dampak keberadaan CUPS Ketapang terutama terhadap para anggota secara khusus dan masyarakat secara umumnya.

“Terhadap anggota kita melakukan survey tingkat perekonomiannya. Kemudian tiga atau lima tahun kedepan akan disurvey ulang untuk mengetahui perkembangannya. Tapi survey begini baru tahun ini kita mulai,” ungkapnya.

“Maka tiga atau lima tahun kedepan baru kita lihat hasilnya bagaimana. Tapi sekarang terhadap beberapa anggota secara kasat mata perekonomiannya sudah mengalami kemajuan. Misalnya sebelumnya rumahnya biasa saja tapi sekarang sudah bagus,” lanjutnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved