Perkim Beberkan Indikasi Retaknya Bangunan Rumah Sakit Rujukan

Tetapi yang membahayakan hanya satu kolom itu pun kolom pendek di bawah tangga, itu yang segera akan kami tangani

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Rumah Sakit Rujukan RSUD Ade M Djoen yang beberapa dinding bangunannya mengalami keretakan sehingga membuat Bupati Sintang Jarot Winarno meninjau langsung kondisi tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sintang Zulkarnain mengatakan berdasarkan indikasi awal, ada dua permasalahan di gedung rumah sakit rujukan, yaitu beberapa dinding retak dan beberapa kolom yang turun.

"Kita sebenarnya sudah tahu yang turun ini karena ada hal yang sepele tidak dipasang, kolom-kolom praktis yang tidak dipasang sehingga dinding itu retak. Kalau dia pasang mungkin tidak banyak yang retak," katanya, Kamis (15/2/2018) pagi. 

(Baca: Driver Ojek Online ini Bertemu Ratu Maxima Kerajaan Belanda )

Menurutnya pada setiap dinding batako ada kolom-kolom praktis yang harus dipasang. Oleh karena itu, menurutnya hal ini bukan karena salah perencanaan, tapi mungkin saat pelaksanaan ada hal yang tidak dipasang. 

Rumah Sakit Rujukan RSUD Ade M Djoen yang beberapa dinding bangunannya mengalami keretakan sehingga membuat Bupati Sintang Jarot Winarno meninjau langsung kondisi tersebut. 
Rumah Sakit Rujukan RSUD Ade M Djoen yang beberapa dinding bangunannya mengalami keretakan sehingga membuat Bupati Sintang Jarot Winarno meninjau langsung kondisi tersebut.

"Tapi kolom yang turun ini sebenarnya tidak pada posisi yang membahayakan. Tetapi yang membahayakan hanya satu kolom itu pun kolom pendek di bawah tangga, itu yang segera akan kami tangani," jelasnya. 

Sementara itu, untuk retak dinding menurutnua tidak berbahaya. Meskipun ada retak yang agak berbahaya, seperti di tangga. Maka dari itu, pihaknya akan segera melakukan audit untuk mengetahui penyebab pastinya. 

"Untuk sementara ini memang dinding yang retak itu harus dibongkar, kita berharap turunan. Kalau  penurunan pondasi berhenti, baru kita betulkan. Kalau yang tangga itu tetap harus kita tambah konstruksinya," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved