Sintang Rawan Banjir Saat Hujan Deras, Ternyata Ini Penyebabnya
Menyikapi banjir di beberapa titik dalam kota beberapa waktu lalu, Jarot menilai bahwa masih ada yang harus disempurnakan.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sintang sudah disepakati bahwa akan berpedoman pada konsep pembangunan yang berkelanjutan.
Artinya bahwa pembangunan harus seimbang, baik pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Menyikapi banjir di beberapa titik dalam kota beberapa waktu lalu, Jarot menilai bahwa masih ada yang harus disempurnakan.
"Nomor satu kalau di dalam kota jelas masalah drainasenya. Kedua kalau di luar kota karena kita hampir 80 persen masih jalan tanah, kalau hujan dan banjir pasti putus jalannya. Inilah yang diajari oleh alam," ujarnya, Minggu (11/2/2018) pagi.
Baca: Video Ratusan Personel TNI-Polri Padati Halaman Mapolres Sintang Latihan Bersama
Lanjutnya bahwa jika curah hujan yang sangat tinggi, memang rawan terjadinya banjir. Hal ini menunjukkan bahwa drainase di Kabupaten Sintang memang belum maksimal. Sehingga air hujan tidak dapat mengalir lewat drainase.
Oleh karena itu, ia juga telah menugaskan Dinas Perkim Sintang untuk mengidentifikasi dalam rangka mencari solusi. Baik untuk membuat saluran-saluran baru, maupun memperbaiki drainase yang sudah ada.
"Banjir dimana-mana kemarin, Jalan H Ismail, depan Stikes, Jalan YC Oevang Oeray, Jalan Lintas Melawi. Jadi ini pelajaran buat kita, drainasenya belum bagus. Tidak gampang bikin drainase yang bagus, tapi harus kita mulai dari sekarang," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/banjir-sintang_20180211_084742.jpg)