Penyerangan Gereja di Sleman

Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman, Bruder Steph Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi

Penyerangan ini dilakukan seorang pria yang memasuki gereja dengan membawa pedang, aksinya menyebabkan beberapa umat terluka.

Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman, Bruder Steph Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi
IST
Rekaman Video Amatir ketika seorang pria bersenjata pedang mengamuk di Gereja St Lidwina Sleman 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah publik diramaikan oleh video pengusiran terhadap seorang bhiksu di Desa Babat, Kecamatan Legok, kini publik kembali dikejutkan oleh tragedi penyerangan di Gereja St Lidwig, Bedhog, Trihanggo, Sleman, Minggu (11/2/2018).

Penyerangan ini dilakukan seorang pria yang memasuki gereja dengan membawa pedang, aksinya menyebabkan beberapa umat terluka.

Baca: Video Detik-detik Pria Tak Dikenal Bawa Pedang dan Lukai Jemaah Gereja St Lidwig Sleman

Menyikapi hal ini, Bruder Stephanus Paiman yang juga merupakan OFMcap yang juga merupakan ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak mengharapkan agar umat tetap tenang.

"Semoga bentuk-bentuk penyerangan terhadap pemuka agama baik itu kyai, pastor, pendeta, maupun bhiksu dapat segera diakhiri oleh pihak yang berwajib dab kebebasan setiap umat untuk melaksanakan kewajiban iman-nya dilindungi,"ungkapnya melalui sebuah pesan.

Dia juga mengharapkan kesadaran masyarakat untuk lebih meningkatkan toleransi dan menjaga keutuhan Bhineka Tunggal Ika.

"NKRI harga mati," tulisnya.

Baca: Romo dan Dua Korban Penyerangan Gereja di Sleman Dilarikan Ke RS Panti Rapih

Dia berpendapat sebaiknya pihak yang berwajib melakukan proses penyelesaian kasus penyerangan Di Gereja St Lidwig, Bedhog, Trihanggo, Sleman secara transparan.

"Pelaku ada, barang bukti ada, saksi banyak dan korban ada," paparnya.

Dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan aksi toleransi dalam kegiatan nyata yang positif.

"Untuk Kalbar , kami sudah 12 tahun memulainya dalam FORUM RELAWAN KEMANUSIAAN PONTIANAK & JUSTICE PEACE IN INTEGRITY of CREATION ( FRKP & JPIC OFM Cap ) begitu indah dan membahagiakan, mari kita mulai sekali lagi karena sampai saat ini kita belum berbuat apa- apa," tutupnya. (*)

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved