Pansus Angket Soft Landing

Masa kerja Pansus Angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera berakhir setelah menggelar rapat pleno...

Pansus Angket Soft Landing
qerja.com
Gedung KPK 

Kalau dilihat dari besaran anggaran posnya enggak ada. Minim sekali sehingga banyak bergantung dari pihak-pihak lain, pihak-pihak luar yang menjadi partisipan.

Hal ini menurut Agun, bisa menciptakan kecurigaan-kecurigaan. Jadi lebih baik negara hadir memberikan support.

Pansus juga sepakat membantu memberikan masukan kepada KPK dalam melaksanakan fungsi pencegahan. Hal ini agar setiap warga negara jera dan malu melakukan tindak pidana korupsi.

Untuk itu diperlukan upaya-upaya sistemik dan masif di kalangan publik yang melibatkan perguruan tinggi, melibatkan media supaya orang itu malu untuk tidak lagi berani melakukan.

Perubahan sikap dari Pansus Angket menjadi responsif terhadap aspirasi publik dan KPK itu bisa saja dibaca sebagai perubahan sikap politik Partai Golkar setelah dua kadernya diangkat sebagai Menteri.

Yakni Idrum Marham menjadi Menteri Sosial, dan Airlangga Hartato yang tetap dipertahankan sebagai Menteri Perindustrian meski terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

Namun tak menutup kemungkinan karena memang muncul kesadaran baru dari Pansus Angket untuk penguatan KPK secara nyata.

Ihwal ini setidaknya bisa dibaca pernyataan anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu bahwa Pansus KPK sejak awal memang berupaya untuk melakukan penguatan kelembagaan KPK dalam meningkatkan kerja-kerja pemberantasan korupsi.

Rekomendasi Pansus Angket KPK ini diambil setelah melakukan penelusuran dan kunjungan ke beberapa tempat yang dipandang relevan.

Termasuk, dokumen-dokumen yang diperoleh dari aduan masyarakat. Lalu Pansus, melakukan kajian dan penelitian.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved