Breaking News:

Ramlana Mengaku Prihatin Kasus Kekerasan Siswa kepada Guru

Menurutnya hal tersebut lantaran kurangnya terjalin komunikasi yang intensif antara keluarga dengan para guru di sekolah.

Kolase/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Guru Budi Korban Penganiayaan Murid 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Belakangan ini semakin santer terdengar kejadian siswa yang melawan guru di sekolah, bahkan yang paling parah terjadi di pulau jawa seorang siswa justru berani melakukan penganiayaan terhadap guru hingga berujung pada kematian.

Peristiwa tersebut memantik rasa prihatin dari Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana. Menurutnya hal tersebut lantaran kurangnya terjalin komunikasi yang intensif antara keluarga dengan para guru di sekolah.

“Selain pendidikan formal disekolah pentingnya muatan pendidikan keluarga juga tak kalah penting untuk dilakukan. sehingga anak-anak dirumah terpantau perkembangan mental dan psikisnya,” ujarnya Selasa (6/2/2018)

Ramlana menjelaskan, bahwa idelan pendidikan itu harus saling terintegrasi mulai dari pendidikan di sekolah yang di selanggara oleh lembaga pendidikan, lembaga keluarga, lembaga masyarakat , agama dan Negara.

“Kalau kelimanya berjalan baik tentunya output dari pendidikan itu akan baik. Harusnya memang antara guru, orangtua dan anak didik sendiri harus intens komunikasi,” ujarnya.

Ia mengharapkan peristwa tersebut tidak terjadi di Kabupaten Mempawah. Tentunya para orangtu juga harus memberikan perhatian kepada anaknya tidak hanya menyerhakan secara sepenuhnya pola pendidikan formal dan pembinaan mentalnya kepada sekolah.

“Semua pihak harus bersama-sama untuk membentuk mental anak menjadi pribadi yang beretika, taat dan tak melanggar norma yang berlaku di masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved