Citizen Reporter

BKKBN Sosialisasi Dana Alokasi Khusus

Sasarannya pada tahun 2008 alokasi hanya untuk 279 kab/kota dengan jumlah dana Rp. 279 Milyar untuk Fisik saja...

BKKBN Sosialisasi Dana Alokasi Khusus
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Suasana sosialisasi BKKBN. 

Citizen Reporter
Humas BkkbN Kalbar,
Dina Prihatini Wardoyo

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK-Dalam rangka penguatan Program Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat kabupaten dan kota, Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendapatkan alokasi pembiayaan transfer ke daerah berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang KB sejak tahun 2008.

Baca: Melalui Timpora, Imigrasi Sambas Tetap Awasi WNA di Kabupaten Sambas

600 peserta dari seluruh kawasan menghadiri kegiatan dan dibuka langsung oleh Plt Kepala BkkbN RI, dr Sigit Priyo Utomo Mph yang juga didampingi Kepala BkkbN Kalbar, Drs Kusmana.

Baca: Meriahkan Imlek, Mitra Anda Tawarkan Promo Diskon Spesial Koleksi Fashion

"Sosialisasi ini bertujuan mencapai sasaran program KKBPK yang tertuang dalam RPJMN, bersama dengan pemerintah pusat," ungkap Plt Kepala BkkbN RI, Sigit Priyo Utomo saat membuka Sosialisasi dan Konsultasi Pelaksanaan Anggaran Dan alokasi Khusus, Senin (5/2/2018) malam.

Menurutnya kegiatan-kegiatan yang tertuang dalam DAK Subbidang KB merupakan dukungan pelaksanaan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga melalui Program KKBPK beserta sarana dan prasarana pendukungnya dalam rangka pengendalian jumlah penduduk.

"Penuangan alokasi kegiatan-kegiatan dalam DAK ini selanjutnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari APBD, sehingga pelaksanaannya pun harus memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku dalam APBD," jelasnya.

Terkait perkembangan DAK Subbidang KB, ia menambahkan setiap tahunnya mengalami peningkatan cukup signifikan baik alokasi maupun jumlah kabupten dan kota

Sasarannya pada tahun 2008 alokasi hanya untuk 279 kab/kota dengan jumlah dana Rp. 279 Milyar untuk Fisik saja.

"Tahun 2018 total anggaran sebesar Rp. 2.33 Trilyun untuk Fisik dan non fisik di 508 kabupaten dan kota se Indonesia. Kegiatan non fisik ini dikenal dengan dengan BOKB (bantuan operasional keluarga berencana)," jelasnya.

Melihat perkembangan ini, Sigit Priyono mengakui dapat dibuktikan betapa besarnya perhatian Pemerintah Pusat dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

"Untuk 508 kabupaten dan kota se Indonesia, kegiatan non fisik ini dikenal dengan dengan BOKB (bantuan operasional keluarga berencana)," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved