Breaking News:

Sungai Terinterusi Air Laut, Pemkab Mempawah Nilai Belum Ada Ikan Yang Mati Signifikan

Dirinya menjelaskan air laut yang mulai masuk ke Sungai lantaran besarnya pasang laut, sehingga debit air laut lebih banyak dibanding air sungai.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HAMDAN DARSANI
PAYAU - Air Sungai Mulai Payau, Para Petani Keramba di Mempawah Khawatir ikan mati, Senin (4/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah Teddy Prawoto mengatakan hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan dari para petani keramba binaan bidang perikanan di Kabupaten mempawah.

“Saat ini memang air sungai sudah payau karena adanya intrusi air laut. Memang ada mungkin ikan yang mati namun belum begitu siginifikan,” ujarnya saat ditemui Tribun di ruangnya, Senin (5/2/3018)

Baca: Ria Norsan Buma Muskab PMI Kabupaten Mempawah, Ini yang Diharapkannya

Dirinya menjelaskan air laut yang mulai masuk ke Sungai lantaran besarnya pasang laut, sehingga debit air laut lebih banyak dibandingkan air sungai.

“Mungkin hal tersebut ada hubungan dengan fenomena supermoon dimana kondisi bulan lebih dekat dengan bulan dan air laut lebih besar dari biasanya,” ujarnya.

Baca: Cegah Pegawai dari Narkoba, Pemkab Kubu Raya Terus Lakukan Pembinaan

Kendati demikian, sejauh ini hampir seluruh petani keramba di Kabupaten mempawah membudidayakan ikan nila, Menurut Tedy ikan nila memiliki kencendrungan lebih adaptif terhadap perubahan kondisi air.

“Tidak seperti ikan mas yang pernah kejadian banyak yang mati seperti bebarapa tahun lalu di Mempawah, kalau ikan nila jika sudah besar kecendrunganya lebih tahan terhadap air asin. Bahkan terdapat nila yang justru dilakukan budidaya di laut,” ujarnya.

Disamping itu, pasaran ikan nila lebih bagus harganya dibandingka jenis ikan budidaya air tawar lainya. Sehinga banyak petani keramba di Mempawah lebih memilih untuk membudidayakan ikan nila.

“Agar lebih aman petani keramba harus memasukan benih ikan lebih besar, sehingga potensi matinya lebih kecil dibandingkan dengan memasukan bibit ikan lebih kecil yang rentan mati,” ujarnya. (dan)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved