Breaking News:

Pemkab Sintang Lakukan Berbagai Upaya Atasi Angka Putus Sekolah

Kita memiliki BLK dan SKB, kedua lembaga ini sudah mulai kita efektifkan mulai tahun 2016 untuk membentuk SDM tidak lagi putus sekolah

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Bupati Sintang Askiman mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkab Sintang dalam menurunkan angka putus sekolah dan memberdayakan masyarakat yang mengalami putus sekolah.

Pada tahun 2017, Askiman mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sudah mulai membangun asrama atau rumah singgah bagi siswa-siswi dari daerah terpencil yang ingin bersekolah di Kabupaten Sintang.

Baca: Beda Usia 13 Tahun, Anang Hermansyah Bocorkan Sifat Ashanty yang Bikin Klepek-klepek

"Itu semua untuk memberikan keringanan, terutama masyarakat kita di pedalaman yang sekolah di kota mereka punya tempat tinggal dan mendapatkan pembinaan yang lebih intensif," ujar Askiman, Senin (5/2/2018) pagi.

Selain itu, untuk mengantisipasi berkembangnya pengaruh negatif seperti narkoba, pihaknya juga telah bekerjasama dengan BNNK Sintang.

Sehingga mengantisipasi adanya siswa yang putus sekolah karena pengaruh narkoba.

"Kita juga bekerjasama dengan BNN untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap anak sekolah kita agar tidak terpengaruh bahaya narkoba. Ini yang kita lakukan selama ini untuk mengurangi angka putus sekolah," katanya.

Baca: Dukungan Makin Menguat, Ribuan Masyarakat Nyatakan Siap Menangkan Midji-Norsan

Sementara untuk pengelolaan masyarakat yang sudah terlanjur putus sekolah, menurut Askiman Pemerintah Kabupaten Sintang juga tidak menutup mata.

Berbagai upaya pembinaan keahlian juga telah dilaksanakan.

"Kita memiliki BLK dan SKB, kedua lembaga ini sudah mulai kita efektifkan mulai tahun 2016 untuk membentuk SDM tidak lagi putus sekolah lalu menganggur, tetapi harus memiliki skill yang bekal untuk diri sendiri," katanya.

Melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sintang, penyelenggaraan Balai Latihan Kerja (BLK) dilakukan seperti pelatihan handycraft, pelatihan perbengkelan, dan lainnya yang masih berjalan sampai sekarang.

"Demikian juga di SKB, kalau kita melihat cukup menunjang untuk tingkat keterampilan masyarakat. Daerah perkampungan kita lakukan pengembangan UKM kerajinan dan lainnya, kita lakukan pembinaan," pungkas Askiman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved