Panitia Ajak Lestarikan Budaya Hakka Lewat Pemilihan Ako Amoy 2018
Bong Adi Effendi mengatakan, pemilihan Hakka Ako Amoy Singkawang 2018 digelar dua tahun sekali...
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua Koordinator Pemilihan Hakka Ako Amoy Singkawang 2018, Bong Adi Effendi mengatakan, pemilihan Hakka Ako Amoy Singkawang 2018 digelar dua tahun sekali.
Tahun ini panitia di bawah naungan panitia Cap Go Meh. Panitia ingin agar generasi Hakka bisa terus melestarikan budaya dan mengenal jati diri mereka.
"Apa nilai-nila luhur budaya Hakka yang bisa terus mereka lestarikan untuk generasi berikutnya," katanya, Minggu (4/2/2018).
Panitia telah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penjajakan calon peserta ke sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi.
Hingga audisi pada 11 Februari 2018 di Singkawang Cultural Center (SCC), Jalan Kom Yos Soedarso.
Usia minimal 17 tahun, sementara untuk Ako maksimal 28 tahun dan Amoy 25 tahun.
Mereka yang lolos akan dikarantina mulai 22 hingga 24 februari. Pada 23 malam, para peserta akan melakukan talent show. Mereka menunjukkan bakat di atrium Singkawang Grandmall.
Pada 24 malam ada parade kostum yang sudah dirancang desainer dengan tema imlek di atrium Singkawang Grandmall dan pada 25 malam akan ada grand final.
"Selama karantina kegiatan dilaksanakan di swissbell hotel," tuturnya.
Mereka yang terpilih sebagai Hakka Ako Amoy Singkawang, akan diutus mengikuti pemilihan di tingkat nasional Jakarta.
"Satu sisi mencari hakka ako amoy, kalau di jakarta lolos akan ikut ajang Miss Hakka Internasional di Tiongkok," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/singkawang-cultural-center_20180204_154327.jpg)