Breaking News:

Penganiayaan Rekan Kerja

Mertua Korban Aniaya Harap Pelaku di Hukum Berat

Dirinya juga mengharapkan polisi dapat memberikan hukuman yang berat kepada pelaku.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Jenazah Siswanto (35) sesaat setelah ditemukan tenggelam di Sungai desa peniti luar, Kecamatan Siantan. Minggu (4/2/2018) dini hari. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Ayah Mertua dari Siswanto alias Wawan warga kuala secapa yang meninggal akibat dianiaya, Bujang usuludin (65) mengaku terkejut mendengar kabar bahwa menantunya meninggal dunia akibat dipukul, Minggu (4/2/2018)

"Awalnya ada warga disini yang ngasih kabar kalau ada warga secapah berkelahi di kawasan Sungai Peniti Desa Peniti Luar, Kecamatan Siantan. Mendengar informasi tersebut saya bersama ketiga kerabatnya langsung menuju ke lokasi," ujarnya.

Baca: Jadi Mantu Soeharto, Kediaman Artis Mayangsari Begitu Mewah, Harga Rumahnya Super Fantastis

Saat berusaha mendatangi lokaso, dirinya belum mengetahui jika menantunnya itu tenggelam.

"Saat sampai disana ternyata warga disana sudah melakukan pencarian di Sungai Peniti, yang infonya dipukul dari belakang dengan menggunakan kayu saat sedang makan mie instan," ujarnya.

Dirinya juga mengharapkan polisi dapat memberikan hukuman yang berat kepada pelaku.

Karena anak menantunya itu dikenalnya sangat baik dan tak pernah punya masalah dengan orang lain.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved