5 Fakta Memilukan Guru Budi Tewas Korban Penganiayaan Murid

Ribuan pelayat ikut mengantar dari rumah duka ke pemakaman umum Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, Sampang.

5 Fakta Memilukan Guru Budi Tewas Korban Penganiayaan Murid
Kolase/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Guru Budi Korban Penganiayaan Murid 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - SMAN 1 Torjun (SMATor), Kabupaten Sampang yang meninggal usai dipukul siswa, akhirnya dikebumikan, Jumat (2/2/2018).

Ribuan pelayat ikut mengantar dari rumah duka ke pemakaman umum Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, Sampang.

Secara bergantian, warga dan guru mengusung keranda mayat Ahmad Budi Cahyono.

Orang yang mengantar ke lokasi pemakaman di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Syaiful Rahman dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi, serta guru dan siswa-siswanya.

Pelaku sendiri, saat ini sudah diamankan pihak kepolisian setempat.

Kejadian itu menyisakan beberapa fakta menarik dan juga memilukan. Berikut fakta-fakta yang Tribun himpun:

1. Sempat tegur pelaku

Kabar meninggalnya guru SMAN 1 Torjun, Sampang, Ahmad Budi Cahyono di tangan muridnya mengegerkan dunia pendidikan Madura dan Jawa Timur.

Hal itu bermula dari insiden penganiayaan yang terjadi saat Budi mengajar melukis untuk kelas IX dengan cara berkelompok di teras depan kelas.

Ketika pelajaran berlangsung dan siswa konsentrasi melukis, seorang siswa berinisial MH malah asyik mengganggu teman-teman dan kelompok lain.

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved