Perjalanan Tribun ke Kapuas Hulu

Kembangkan Kerajinan Tangan, Suguhkan Dalam Paket Wisata yang Menarik

Saat ini kelompok pengelola pariwisata berusaha mengajak ibu-ibu untuk mengolah hasil mentah kerajinan tangan menjadi produk jadi siap jual....

Kembangkan Kerajinan Tangan, Suguhkan Dalam Paket Wisata yang Menarik
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Rika menganyam daun bemban kering menjadi tikar berukuran empat meter di Rumah Panjai, Dusun Meliau, Desa Melemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (24/1/2018) siang. Kerajinan anyaman menjadi satu diantara komoditas andalan kerajinan di Dusun Meliau. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kelompok perempuan di dusun Meliau selain menyediakan jasa konsumsi dan akomodasi penginapan, juga mengembangkan kerajinan tangan yang akan dimasukkan ke paket wisata bagi wisatawan yang datang.

Baca: Herculana Ersinta Ajak Para Perempuan Leboyan Ubah Pola Pikir, Berinovasi Jual Produk Sudah Jadi

“Baru berjalan dua tahunan ini kita dampingi ibu-ibu yang aktif sekitaran belasan orang,” ujar Sodik Asmoro Ketua Kelompok Pengelola Pariwisata Kaban Mayas pada Rabu (24/1/2018) siang.

Menurut Sodik Asmoro, di Dusun Meliau hasil kerajinan olahan perempuan seperti syal, tas, kain kebat, tikar maupun keranjang hanya dijual merupakan produk setengah jadi dijual ke NGO yang kemudian menambahkan hiasan menjadi produk jadi siap jual.

Saat ini kelompok pengelola pariwisata berusaha mengajak ibu-ibu untuk mengolah hasil mentah kerajinan tangan menjadi produk jadi siap jual, walaupun pertama-tama tidak begitu bagus.

Baca: Perempuan Nelayan di DAS Leboyan Mampu Diversifikasi Produk Olahan Ikan

“Dulu kita jual paling Rp 70 ribu sampai Rp 80ribu saja kalau hasil mentah seperti itu, kalau sudah jadi bisa Rp 250ribu sampai Rp 300ribu,” tutur Sodik Asmoro.

Di bidang ekowisata kelompok perempuan awalnya hanya penyedia jasa konsumsi dan akomodasi dari yang dulunya hanya bisa seadanya menyiapkan makan dan kamar, sekarang mulai bisa membeli kelengkapan kamar dan memenuhi pelayanan layaknya home stay, bagi tamu yang datang ke Meliau.

Baca: Lewat Program MCA Indonesia, Perbaiki Peranan Perempuan DAS Leboyan

“Kebutuhan rumah tangga mereka akhirnya bisa terpenuhi dari mereka memberikan jasa pelayanan bagi tamu yang menginap,” jelas Sodik Asmoro.

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved