Sutarmidji Tantang BPS Tunjukkan Data Terkait Buta Huruf Kota Pontianak

Data BPS tidak by name by adresse, berdasarkan data kita yang by name by addrese itu sekitar 900 an saja

Sutarmidji Tantang BPS Tunjukkan Data Terkait Buta Huruf Kota Pontianak
ISTIMEWA
Sutarmidji saat memberi kata sambutan saat meresmikan Infrastruktur untuk kemajuan olahraga Kalbar, Minggu (28/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik menunjukan kalau masih ada 3,57 persen warga Kota Pontianak yang buta huruf, angka buta huruf ini didata bagi mereka yang berumur 15 tahun sampai lansia. Jika diangkakan dari 3,57 persen penduduk Kota Pontianak yang berjumlah, 627.021 maka terdapat 22.384 jiwa warga Pontianak buta huruf atau tidak bisa baca.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji yang merupakan wali kota terbaik se Indonesia dan telah meraih ratusan penghargaan selama ia menjabat sebagai wali kota mengatakan jika data BPS tersebut tidak by name ba address.

Sejauh ini Kota Pontianak adalah kota yang yang memiliki data cukup valid, karena setiap warganya terdata berdasarkan by name by address sehingga mudah diketahui.

"Data BPS tidak by name by adresse, berdasarkan data kita yang by name by addrese itu sekitar 900 an saja warga Pontianak yang buta huruf," ucap Sutarmidji yang kini tengah mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalbar periode 2018-2023, Senin (29/1/2018).

(Baca: Lolos 120 Besar Jerman Idol, Robianto Ternyata Juga Rutin Memotivasi )

Bahkan dari data 900 an jiwa tersebut juga ada warga yang pendatang dan bekerja sektor informal di Kota Pontianak. "Mungkin itu termasuk yang datang bekerje sektor informal. Kalau masih ade tige persen lebih saya minta namenye dan alamatnye," pinta Midji.

Ia mengaku sudah tak ditemukan lagi warga yang buta huruf selain data yang 900 an jiwa tersebut yang telah berdasarkan by name by address

"Kalau BPS temukan ada yang buta huruf, kirim aja namanya saya akan selesaikan dalam 1 tahun, tapi kita sudah sulit temukan orangnya. Tanya BPS dulu ada tidak namanya, jangan kayak data beras," ucapnya meradang.

Data-data yang ada menurut, Sutarmidji jangan hanya berdasarkan prediksi, karena semuanya butuh data valid apalagi dalam menunjang pengambilan keputusan.

"BPS datanya prediksi, kita by name by addresse, tapi klu BPS memang punya data by name by adresse sampaikan ke kite dan akan kite tangani," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved