Ini Putra Perbatasan Dengan IPK Tertinggi, Sebut Ingin Jadi Motivasi Yang Lain

Apa yang telah diraih agar dapat memberikan motivasi kepada pemuda-pemudi dari daerah perbatasan

Ini Putra Perbatasan Dengan IPK Tertinggi, Sebut Ingin Jadi Motivasi Yang Lain
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Abelnus, putra asal perbatasan, kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang lulus dengan IPK tertinggi program Magister Ilmu Sosial pada wisuda Untan periode II,tahun akademik 2017/2018 di Auditorium Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (25/1/2018) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Abelnus Putra asal Perbatasan, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, berhasil meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi kategori Magister Ilmu Sosial, pada wisuda Untan periode II,tahun akademik 2017/2018 di Auditorium Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (25/1/2018).

Abelnus lulus dengan IPK 3,74 dari jumlah mahasiswa Magister Ilmu Sosial sebanyak 20 orang yang mengikuti wisudawan-wisudawati.

Baca: Baru Hadir Varian Xiomi Redmi 5A Mengejutkan, Harganya Tak Sesuai Harapan

Pria yang akrab disapa Abel ini merupakan pemuda perbatasan Sajingan Besar pertama yang meraih gelar Magister (S2) sampai saat ini.

"Puji Tuhan, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya secara pribadi, keluarga dan masyarakat Sajingan Besar, khususnya Kabupaten Sambas", ujarnya dengan penuh semangat.

Abelnus yang juga merupakan Ketua Forum Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat berharap, dengan apa yang telah diraih agar dapat memberikan motivasi kepada pemuda-pemudi dari daerah khususnya pemuda perbatasan untuk giat belajar.

Baca: Satpol PP Kubu Rasa Sampaikan Agenda Penegakan Aturan di 2018

"Biaya kuliah murni dari diri sendiri, karena saya sambil bekerja sejak dibangku kuliah S1 tahun 2009 silam. Pekerjaan orangtua penyadap karet, sedangkan mama hanya ibu rumah tangga, saya ingin membuktikan bahwa kita dari kampung mampu berprestasi, asalkan mau belajar dengan sungguh-sungguh dan disiplin, terutama dalam segi manajemen waktu, sekarang saya menjadi tenaga ahli DPRD Prov Kalbar sejak 2018," jelasnya.

Pemuda yang mengangkat judul Tesis tentang Strategi Penyelesaian Sengketa Wilayah Kedaulatan Perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut berharap agar pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten dapat fokus dan berkomitmen membangun sistem pendidikan di perbatasan secara serius.

"seharusnya pemerintah berani memberikan trobosan pendidikan di wilayah perbatasan, dengan menyediakan program beasiswa khusus untuk pemuda-pemudi perbatasan dengan model pendidikan berasrama", paparnya.

Baca: Pakar Mikro Ekspresi Poppy Amalya Ungkap Apakah Hotman Paris Pernah Selingkuh

Abel juga mendorong pemerintah menyediakan asrama mahasiswa perbatasan di pusat ibu kota provinsi, dengan harapan untuk membantu putra-putri yang tidak mampu.

"selama ini mahasiswa dari perbatasan tidak memiliki asrama, sehingga harus ngekos dan ngontrak rumah, tentunya beban orang tua semakin besar,"kata abel.

Menurut Abelnus, Provinsi Kalimantan Barat merupakan wilayah titik perbatasan terbanyak yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tentu sangat mengguntungkan sekaligus merugikan, jika tidak dimanajemen secara baik dan bijaksana oleh pemerintah daerah.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved