Akui Kenaikan Harga Beras, DPRD Kota Pontianak Sarankan Hal Ini

Kenaikan harga beras disebabkan oleh aktivitas ilegal seperti penimbunan. Naiknya harga beras juga bisa disebabkan oleh praktek monopoli.

Akui Kenaikan Harga Beras, DPRD Kota Pontianak Sarankan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Firdaus Zar'in saat diwawancarai usai pencanangan gerakan nasional pencocokan dan Penelitian (Coklit) serentak Provinsi Kalimantan Barat di depan halaman kantor Walikota Pontianak, Jalan Rahadi Usman Pontianak, Sabtu (20/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Firdaus Zar'in mengakui terjadi kenaikan harga beras di tingkat pedagang pasar tradisional.

Tak hanya pasar, kenaikan harga beras juga diikuti ditingkat pedagang eceran dan warung.

Baca: Tambah Pengeluaran, Ibu Rumah Tangga Menjerit Harga Beras Naik

"Beras memang naik beberapa pekan terakhir. Biasanya, teori ekonomi kan suplai and demand (penawaran dan permintaan_red). Orang banyak memerlukan tapi barangnya sedikit. Bisa saja karena pasokan beras dari Pulau Jawa berkurang, karena kan rata-rata dipasok dari Jawa. Itu info yang sempat saya dengar," ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Minggu (21/1/2018).

Baca: Harga Beras Naik Masih Dibawah HET

Sebab lain, kenaikan harga beras disebabkan oleh aktivitas ilegal seperti penimbunan. Naiknya harga beras juga bisa disebabkan oleh praktek monopoli.

"Terkait kemungkinan seperti ini, kami mengimbau kepada pemerintah untuk melakukan pengawasan. Operasi pasar beras bisa digelar sebagai upaya menstabilkan harga beras," terangnya.

Terkait keterangan Disperindagkop Kota Pontianak yang mengatakan bahwa stok aman patut dipertanyakan.

Logikanya, ketika stok aman, tentu harga stabil. Ketika stok tidak aman atau berkurang, maka harga melonjak.

"Ketika harga beras mahal bisa saja ada m permainan dan sebagainya. Tapi, kita tidak menuduh. Hanya saja ketika dibilang surplus, tapi kenyataannya harga mahal berarti kan ada sesuatu yang salah. Harusnya ini bisa diatasi," jelasnya.

Ia menyambut baik wacana ekspor beras yang akan dilakukan pemerintah Indonesia, namun ia setuju ketika stok beras daerah-daerah di seluruh Indonesia tercukupi.

"Kalau misalnya di wilayah Indonesia kurang beras tapi malah ekspor, itu kan complang. Saya akui biasanya kekurangan beras terkadang terjadi secara lokal. Misalnya, daerah kita kurang, daerah lain surplus. Ini harusnya diutamakan distribusi silang. Yang surplus dialihkan ke tempat yang defisit. Ketika sudah tercukupi dan surplus, surplus ini lah yang bisa diekspor," tandasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved