Cegah Kasus Difteri, Kalbar Akan Adakan ORI di Dua Tempat Ini

Untuk mencegah agar kasus difteri tidak terulang lagi, maka akan melakukan Outbreak Response Immunization Difteri (ORI Difteri).

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap, mengatakan untuk mencegah agar kasus difteri tidak terulang lagi, maka akan melakukan Outbreak Response Immunization Difteri (ORI Difteri) di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.

Hal ini disampaikannya usai melakukan dialog bersama Komisi XI DPR RI di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Rabu (17/1/2018).

ORI dilakukan untuk anak-anak usia 0-18 tahun pada bulan Juli dan Agustus.

Baca: DPR RI Nilai Kalbar Cepat Merespon Kasus Difteri

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menyediakan sekitar 11 ribu vaksin difteri, namun dia mengatakan ketersediaan Anti Difteri Serum (ADS) terbatas sehingga sangat selektif dalam menggunakannya.

"Dari pusat juga akan di back up ADS untuk pengobatan. ADS ini yang terbatas karena impor, Produksi di India," paparnya.

Dia berharap kasus ini tidak terulang lagi. Kehadiran Komisi XI DPR RI hari ini dikatakannya sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kalbar.

"Dewan ingin memantau sebagaimana kesiapan kita dalam mengantisipasi adanya KLB sehinga jika ada kebutuhan yang harus di back up dan regulasi yang harus dibentuk mereka bisa merumuskan bersama di pusat," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved