Dianggap Dinasti Politik, Ini Komentar Karolin
Saya merupakan proses dari kaderisasi partai. Jadi, bukan sesuatu yang mendadak dan terlepas dari dinasti atau bukan
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalbar Periode 2018-2023 Karolin Margret Natasa tepis anggapan sebagian orang yang menilai pencalonan dirinya dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 sebagai dinasti politik.
- "Saya merupakan proses dari kaderisasi partai. Jadi, bukan sesuatu yang mendadak dan terlepas dari dinasti atau bukan," ungkapnya usai menjalani tes kejiwaan atau psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong, Jalan Alianyang, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (11/1/2018) pukul 14:55 WIB.
Karolin menegaskan semua calon wajib memenuhi ketentuan dan tahapan yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan. "Saya kira itu yang lebih penting," katanya.
(Baca: Buka Rakor, Martin: Pengawasan Merupakan Satu Diantara Pilar Pembangunan )
Selain itu, paling terpenting adalah bagaimana seluruh pihak mengawasi semua calon baik yang dicap sebagai yang memiliki aliran darah dinasti ataupun yang bukan.
"Bahwa semuanya harus melewati pemilihan secara sportif dengan mengikuti semua ketentuan berlaku dan tidak melanggar undang-undang. Dari sisi kaderisasi saya sudah melalui semua tahapan itu," jelasnya.
Karol tidak menampik anggapan dinasti politik dijuruskan kepada dirinya sudah melekat sejak menjadi calon legislator.
"Sampai nanti juga pasti masih akan dipertanyakan. Saya tidak bisa menjawab. Yang bisa saya lakukan hanya berupaya bekerja sebaik mungkin. Ya Pak Cornelis, memang bapak gue," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/karolin-margret-natasa_20180111_170213.jpg)