Wakil Gubernur Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Kasusnya!

Menurut Fransiska, tidak pernah ada perjanjian antara pihaknya dengan Sandiaga dan Andreas mengenai penjualan tanah 3000 meter persegi.

Wakil Gubernur Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Kasusnya!
WARTA KOTA/DWI RIZKI
GAYA - Sandiaga Salahuddin Uno bergaya di sesi pemotretan, usai fitting seragam dinas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, di sebuah butik di Jalan Tirtayasa II Nomor 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pemalsuan.

Adalah Fransiska Kumalawati Susilo yang melaporkan Sandiaga pada Senin (8/1/2018).

Terdaftar dalam laporan polisi nomor LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Fransiska melaporkan atas sertifikat yang dibalik nama dari Djoni Hidayat ke PT Japirex, tanpa adanya akta jual beli.

"Laporan adalah untuk sertifikat nomor 1020 yang dibalik nama dari Djoni Hidayat ke PT Japirex tanpa adanya AJB dan telah dijual ke orang ke tiga," kata Fransiska di kawasan Polda Metro Jaya, Selasa (9/1/2018).

Fransiska mengatakan, Sandiaga dan Andreas Tjahyadi merupakan pemilik saham PT Japirex pada 2012 lalu.

PT Japirex menjual sebidang tanah dengan luas 3000 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten.

Menurut Fransiska, tidak pernah ada perjanjian antara pihaknya dengan Sandiaga dan Andreas mengenai penjualan tanah 3000 meter persegi.

"Surat pelepasan hak isinya jelas, bahwa tanah tersebut tetap beratasnamakan pihak pertama," ujar Fransiska.

Fransiska menerangkan, seharusnya tanah itu, tidak dijual tanpa persetujuan pihaknya. Sebab, tanah itu, hanta untuk dipergunakan.

Halaman
12
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved