Berharap Pemilu di Sekadau Berjalan Dengan Baik

Tokoh Pemuda Kabupaten Sekadau Amrin Zuraidi Rawansyah sangat mendukung langkah Polri dalam membantu mengamankan pemilu yang akan datang.

Berharap Pemilu di Sekadau Berjalan Dengan Baik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Tokoh Pemuda Kabupaten Sekadau, Amrin Zuraidi Rawansyah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Tokoh Pemuda Kabupaten Sekadau Amrin Zuraidi Rawansyah sangat mendukung langkah Polri dalam membantu mengamankan pemilu yang akan datang.

Namun disamping itu, ada hal-hal yang patut diperhatikan kembali. Sepeti yang diketahui, kata dia, KPU Sekadau beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat Sekadau dalam pemilu relatif rendah.

"Kiita tak boleh berkecil hati. Kita percaya, itu bukanlah kesimpulan asal-asalan. Tentu lembaga seperti KPU memiliki metode dan parameter yang terukur dan teruji. Masalahnya sekarang adalah bagaimana penyikapan kita terhadap kesimpulan tersebut," ujarnya Jumat (5/1/2017).

Jika dicermati, lanjut dia, sekurang-kurangnya ada dua alasan utama. Pertama, persoalan geografi, dimana masyarakat banyak tinggal di pelosok. Selain itu, pada desa-desa tertentu, sebagian masyarakatnya tak hanya tinggal di desa utama.

Mereka biasanya berdiam di pondok-pondok dengan medan tempuh lumayan sulit. Untuk masalah ini, pada beberapa kali agenda pemilu, maka dapat melihat bagaimana petugas tak sungkan "menjemput bola".

Selain itu, pembangunan pun bertahap dan berkelanjutan telah mulai membuka keterisolasian. Selanjutnya kesadaran politik.

"Untuk masalah ini, banyak faktor. Mulai dari bahwa pada dasarnya masyarakat percaya pada siapapun yang akan memimpin, hingga kemungkinan sebaliknya, yakni bahwa ada masyarakat yang mungkin kecewa pada janji-janji politik pada masa kampanye," jelasnya.

Untuk masalah tersebut, Amrin mengaskan, jelas faktor yang sangat menentukan adalah pendidikan, formal maupun informal.

Pada pendidikan formal, ajang pemilihan ketua dan pengurus OSIS adalah "role model" untuk menumbuhkan kesadaran terhadap hak-hak dan etika berpolitik.

Pada pendidikan informal, peran orang tua dalam rumah tangga, serta peran tokoh-tokoh masyarakat sangat menentukan untuk meningkatkan partisipasi politik warga.

"Harapan kita, tahun 2018 yang disebut sebagai "tahun politik" dapat dijalani dengan baik. Adapun hasil dari peristiwa politik itu nantinya diharapkan adalah sebenar-benarnya untuk kesejahteraan masyarakat," tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved