Musim Panen Rambutan, Ribuan Ikat Per Hari Dibawa ke Luar Kabupaten Sambas

Ribuan ikat rambutan dibawa petani menggunakan perahu dari dalam kawasan lahan pertanian rambutan milik mereka.

Musim Panen Rambutan, Ribuan Ikat Per Hari Dibawa ke Luar Kabupaten Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Para pekerja sedang memuat ratusan ikat rambutan asal Sambas, di atas mobil pikap yang mengantri panjang di sekitar kawasan Jembatan 1, Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, Senin (1/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Antrean panjang sekitar 13 mobil pikap dan truk bahkan mini bus, tampak berbaris menunggu giliran memuat ribuan ikat rambutan di Jembatan 1, Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, Senin (1/1/2018).

Ribuan ikat rambutan dibawa petani menggunakan perahu dari dalam kawasan lahan pertanian rambutan milik mereka.

Para agen berbaris menunggu antrian untuk memuat rambutan-rambutan yang telah diikat oleh para petani.

Baca: Fantastis! 30 Kubik Kayu Ilegal dan Puluhan Tersangka Diamankan Polda Kalbar

Beberapa pekerja tampak memindahkan muatan rambutan dari perahu ke mobil-mobil pikap.

Satu di antara agen penampung rambutan, Jhoni (48) mengungkapkan, ribuan ikat rambutan tersebut berasal dari petani-petani di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sajad.

"Ada yang dari Sawang, Tengguli, Kuayan. Ini memang lagi musim rambutan. Sudah sekitar sepekan ini buah-buah rambutan ini dipanen. Hari ini antriannya memang panjang, karena lagi banyak permintaan tetapi buahnya kurang. Kalau tahun lalu buah rambutan ini agak lebih banyak," ungkapnya.

Baca: Tahun Baru Terakhir Gadis Cantik Ini Sebelum Tewas Ditangan Kekasih, Rekan Korban Ungkap Hal Ini

Jhoni menjelaskan, sudah sepekan terakhir ini antrean agen pembeli yang berasal dari berbagai kabupaten/ kota di Kalbar berdatangan ke kawasan tersebut.

"Perhari antriannya memang seperti ini. Tinggal hitung per pumpung (ikat) saja. Ada yang beli sekitar 5000 sampai 6000 ikat per hari. Kalau satu pikap muatannya tidak menentu, ada yang 500 ikat ada juga yang sampai 700 ikat, tergantung jenis pikapnya. Jadi setiap hari seperti ini kalau pas lagi musim panen," jelasnya.

Menurut Jhoni, jika hasil panen rambutan berlimpah, tentunya menjadi berkah bagi para petani di Kecamatan Sajad. Lantaran kualitas rambutan yang ditanam para petani, memiliki kualitas yang cukup baik. Berdaging tebal dan rasa yang cukup manis.

Jhoni menerangkan, ribuan ikat rambutan tersebut biasanya di bawa ke luar Kabupaten Sambas.
Para agen penyalur dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar berbondong-bondong datang membeli rambutan di kawasan tersebut.

"Biasanya rambutan kami di sini di bawa ke Kota Pontianak, Kota Singkawang. Ada juga yang bawa ke Kabupaten Sintang, Ngabang (Kabupaten Landak). Kadang ada juga yang membawanya ke Kalteng, kalau ke Jakarta belum ada, untuk di ekspor ke Malaysia juga belum ada. Kalau beli di sini, harga perikat dari petani Rp 7ribu, kemudian harga dari penampung ke agen Rp 8 ribu. Harga jual ke warga tergantung lokasi tujuan," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved