Breaking News:

Agen Penampung Harapkan Rambutan Asal Sambas Bisa Diekspor ke Malaysia

Pria asal Pemangkat ini mengaku menjalankan profesi berjual beli buah-buahan, sejak masih mengenyam pendidikan SMP.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Para pekerja sedang memuat ratusan ikat rambutan asal Sambas, di atas mobil pikap yang mengantri panjang di sekitar kawasan Jembatan 1, Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas, Senin (1/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Satu di antara agen penampung rambutan, Kusno Kusuma (30) mengungkapkan sudah membeli rambutan di Desa Jirak, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas sejak lima tahun silam.

"Saya beli rambutan di sini sudah lima tahun terakhir ini. Untuk di Kabupaten Sambas, rambutan di sini bisa dibilang nomor 1 ya, kualitasnya bagus," ungkapnya, Senin (1/1/2018).

Pria asal Pemangkat ini mengaku menjalankan profesi berjual beli buah-buahan, sejak masih mengenyam pendidikan SMP.

Baca: Musim Panen Rambutan, Ribuan Ikat Per Hari Dibawa ke Luar Kabupaten Sambas

"Saya mulai menampung rambutan sejak tahun 2001 sambil sekolah SMP," jelasnya.

Bapak 1 anak menjelaskan, rambutan-rambutan dari Kecamatan Sajad tersebut, memang banyak di jual kembali para agen penyalur ke berbagai kabupaten/kota di Kalbar.

"Kalau lagi musim panen, bisa ribuan ikat rambutan dari sini di bawa ke berbagai daerah. Sekarang harga perikat sekitar Rp 8.200, Rp 200 itu untuk pekerja," terangnya.

Baca: Unik, Seperti Ini Koleksi Flora di Satu Periok Flora Mempawah

Kusno menambahkan, kadang kala rambutan-rambutan asal Sambas dijual di kawasan perbatasan di Aruk, Sajingan Besar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved