Terapkan BBM Satu Harga, Pertamina Kalbar Sasar Daerah 3T

Alicia Irzanova menegaskan keberadaan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga menyasar daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Terapkan BBM Satu Harga, Pertamina Kalbar Sasar Daerah 3T
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Area Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova saat diwawancarai usai peresmian 16 lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga oleh Presiden RI Joko Widodo di Terminal BBM Pertamina Pontianak, Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (29/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Area Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova menegaskan keberadaan lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga menyasar daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

"Program ini menunjukkan bahwa masyarakat yang berada di wilayah 3T merupakan hal penting sebagai bagian masyarakat Indonesia. Pemerintah melalui Pertamina hadir di sana untuk keadilan energi," ungkapnya saat diwawancara usai peresmian 16 lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga oleh Presiden RI Joko Widodo di Terminal BBM Pertamina Pontianak, Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (29/12/2017).

Alicia menambahkan dua dari 16 lembaga penyalur BBM berada di daerah perbatasan Provinsi Kalimantan Barat yakni Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas dan Kecamatan Puring Kencana Kabupaten Kapuas Hulu.

Baca: BBM Satu Harga, Ini Alasan Kenapa Jokowi Gelontorkan Program Senilai 800 Miliar Itu

Ia menambahkan dalam penyaluran BBM di daerah 3T memang tidak semudah yang dibayangkan. Tidak hanya terkendala jarak tempuh yang jauh, namun juga aksesibilitas jalan.

"Semisal menuju Sajingan, jarak tempuh sekitar 300 Kilometer (Km) dari Kota Pontianak. Itu ditempuh selama 11-12 jam. Ketika satu mobil tangki jalan, tidak bisa singgah ke SPBU lain," terangnya.

Kondisi jalan di Sajingan tidak semuanya mulus dan aspal. Sebagian besar masih berupa permukaan tanah. Tak hanya di Sajingan, 70 persen jalan di Kecamatan Puring Kencana juga masih berupa tanah. Ketika cuaca buruk tentu kondisi jalan tidak bagus.

"Namun, kalau di Kalbar semua penyalurannya rata-rata dari mobil tangki. Walaupunn mobil tangki harus naik kapal feri sebelum melanjutkan perjalanan, seperti di Paloh Sambas," jelasnya.

Di Kalimantan Timur, perjalanan lebih lama saat penyaluran BBM dari TBBM Samarinda ke Long Apari. Perjalanan sampai ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 4 hari melalui jalur Sungai Mahakam. Perjalanan juga terbilang tidak mudah dan banyak tantangan.

"Dari TBBM Samarinda, BBM diangkut melalui dua kapal tangker kecil atau Self Propelled Oil Barge (SPOB) kapasitas 150 Kilo Liter (KL) dan 200 KL," paparnya.

Dari TBBM Samarinda, kapal SPOB menuju Long Bagun dengan masa perjalanan selama 2-3 hari. Sesampainya di Long Bagun, BBM di SPOB harus dikeluarkan dan dipindahkan ke kapal kayu atau long boat. BBM dimasukkan ke drum-drum. Satu drum berkapasitas tampung 200 liter.

"Dipindahkan karena Kapal SPOB tidak bisa masuk. Akses jalannya sempit dan kedalaman air tidak cukup untuk dilewati SPOB. Satu kapal kayu hanya bisa mengangkut 5 drum BBM. Perjalanan dilanjutkan ke Long Apari melewati tiga arum jeram dengan waktu tempuh 6-7 jam," tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved