Jumlah Kasus Anak di Kalbar Menurun dari Tahun Lalu

Tahun 2016 KPAID menangani 88 kasus sedangkan pada tahun ini KPAID Kalbar hanya menangani 67 kasus.

Jumlah Kasus Anak di Kalbar Menurun dari Tahun Lalu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Wakil Ketua KPAID Kalbar,┬áHasanah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jumlah Kasus yang di tangani oleh KPAID Kalbar mengalami penurunan dari tahun lalu. Tahun 2016 KPAID menangani 88 kasus sedangkan pada tahun ini KPAID Kalbar hanya menangani 67 kasus.

Wakil Ketua KPAID Kalbar Ibu Hasanah memaparkan bahwa penurunan ini bukan berarti kasus yang ada di seluruh kalbar ikut menurun. Penurunan ini terjadi karena terdapat beberapa faktor. Antara lain, banyaknya lembaga yang membantu dalam menyelesaikan kasus kekerasan pada anak di Kalbar untuk saat ini.

Selain itu, turunnya angka kasus anak yang di tangani KPAID Kalbar dikarenakan masa kerjanya pada tahun 2017 ini, dimulai sejak bulan 4, bukan dari bulan 1 seperti tahun sebelumnya.

Hasanah menuturkan bahwa pada awal tahun, pihaknya masih menunggu SK dalam menjalankan program kerja sebagai landasan hukum yang sah.

"Sebetulnya kalau di lihat dari masa kerjanya kami, kasus ini masih bisa bertambah. aktivitas mulainya april, karena januari sampai maret, awal bulan april kami baru mendapatkan SK. Selama menunggu SK, Kami tidak berani untuk menindak lanjuti laporan, jadi kami hanya menerima laporan saja," ujarnya.

Hasanah pun menambahkan, bahwa bila dilihat dari jumlahnya selama 8 bulan sudah 67 kasus. Maka bisa diprediksikan bila KPAID mulai dari awal tahun, mungkin bisa lebih banyak, hingga lebih dari 100 kasus anak yang bisa di tangani.

"Ini dihitungan pake persen selama 8 bulan saja 67 kasus, bisa diprediksi ke 4 bulan sebelumnya pasti bisa lebih banyak" ungkapnya.

Dalam perbandingannya, pada 2016 terdapat 10 jenis berbeda, dengan total keseluruhan 88 kasus.

Jenis - Jenis kasus pada 2016 yakni, Kekerasan Fisik 13 kasus dan semua terselesaikan, Kekerasan Psikis 3 kasus terselesaikan, Kejahatan Seksual 22 kasus 17 kasus selesai, sisanya dalam proses, Anak Berhadapan Dengan Hukum 1 kasus terselesaikan.

Kemudian yang terbanyak adalah Hak Kuasa Asuh dan Penelantaran 34 kasus dan semua terselesaikan.

Lalu Jenis Kasus Perlindungan (Pendidikan, Kesehatan, Agama,dan Sosial) 5 Kasus, 4 terselesaikan 1 dalam proses. Penculikan dan Anak Hilang 6 kasus,5 selesai 1 dalam proses, Napza dan HIV/AIDS 1 kasus dan terselesaikan, Pekerja Anak 1 kasus, dan terselesaikan, terakhir Hak Sipil 2 kasus, semua terselesaikan.

Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved