Berita Video

Petani Perempuan Antusias Saksikan Film Para Pejuang Pangan

Satu di antara ibu petani dari Desa Lubuk Antuk yang sangat antusias mengatakan bahwa yang dalam film tersebut merupakan rekan rekannya.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Seminar peluncuran praktik baik perempuan dan pertanian berkelanjutan di Kapuas Hulu ditandai dengan pemutaran film yang mengisahkan para petani perempuan dari 10 desa di Sintang dan Kapuas Hulu selama proses pendampingan oleh Konsorsium Perempuan.

Para peserta seminar yang merupakan para kelompok tani perempuan ini sangat antusias menyaksikan film berdurasi sekitar 14 menit tersebut.

Oleh karena film tersebut mengisahkan tentang mereka yang menjadi pejuang pangan bagi daerah.

Baca: Apresiasi Program Konsorsium Perempuan, Bupati Kapuas Hulu Harap Terus Tingkatkan Koordinasi

Kehebohan pun tampak, ketika rekan mereka ada dalam scene video yang tengah disaksikan.

Satu di antara ibu petani dari Desa Lubuk Antuk yang sangat antusias mengatakan bahwa yang dalam film tersebut merupakan rekan rekannya.

"Filmnya bagus, sangat senang ada film yang ceritanya tentang kami, dan pelatihan yang kami ikuti selama program. Ini merupakan pengalaman luar biasa," katanya yang merupakan anggota Kelompok Tani Dayang Kumang dari Desa Tekalong, Kapuas Hulu.

Baca: Inilah Kondisi Ruas Jalan Adi Sucipto, Tergenang Air

Dalam pelaksanaan program yang berlansung 17 Bulan sejak Agustus 2016 hingga Desember 2017 ini banyak sekali pembelajaran yang dapat diambil dari keterlibatan perempuan baik dalam pengorganisasian kelompok, pertanian berkelanjutan, penguatan ekonomi keluarga.

Lembaga ekonomi desa serta penyebaran pengetahuan dalam bentuk jurnalime warga proses tersebut didokumentasikan dalam bentuk buku, leaaflet dan film.

Jadi pengetahuan dan praktik baik yang didapat selama program ini dapat direplikasi dan diadopsi oleh perempuan perempuan lainnya maupun masyarakat yang belum bersentuhan sebagai acuan untuk keberhasilan dan meminimalisir risiko.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved