Bupati Kapuas Memarahi Perusahaan Internasional Asal Jerman, Berkasnya Nyaris Koyak Dilempar

Bupati menyatakan, saat ini banyak orang masuk penjara akibat dari tidak teliti dalam memberikan tanda tangan

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Bupati Kapuas Hulu AM Nasir saat membuka acara Kegiatan penutup program Hibah pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat (PSDABM) konsorsium perempuan keberlanjutan penghidupan, di Aula Bappeda Kapuas Hulu, Kamis (28/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU -  Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, SH melampiaskan kemarahannya kepada Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ), sebagai perusahaan internasional milik pemerintah federal Jerman.

"Saya disuruh untuk tandatangan berkas dengan kapasitas sebagai penanggungjawab.
Rasa mau saya lemparkan berkas itu, untung tak dikoyak berkasnya," ujar Nasir saat membuka Kegiatan penutup program Hibah Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) konsorsium perempuan keberlanjutan penghidupan, di Aula Bappeda Kapuas Hulu, Kamis (28/12/2017).

Baca: Marah Usik Masalah Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad, Sosok ini Terus Menghujat Nikita Mirzani

Padahal jelas Nasir, orang lain yang punya kegiatan dan pegang uang, lalu dirinya disuruh tanda tangan.

"Saya saja tidak tahu kegiatan GIZ itu apa," tegasnya.

Baca: Masyarakat Banyu Abang Klaim 1600 Lahan Milik Mereka Ditempati Perusahaan PT KAP

Bupati menyatakan, saat ini banyak orang masuk penjara akibat dari tidak teliti dalam memberikan tanda tangan.

"Belum tentu yang bersangkutan makan uangnya. Jadi sekarang hati-hati dalam menandatangani berkas," ucapnya.

Baca: Kapuas Hulu Berduka, Wakil Ketua DPRD Meninggal Dunia

Nasir berharap, kegiatan yang dikelola para NGO di Kapuas Hulu, kedepan mampu membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi angka penganggguran.

"Supaya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved