Mendagri Terkesan Cara Pemkot Pontianak Kendalikan Harga Sembako

Mendag juga mengapresiasi langkah Pemkot Pontianak yang memasang tabel harga yang dapat dilihat oleh pembeli.

Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Saat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meninjau harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Flamboyan dan didampingi Wakil Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menemani Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita untuk meninjau stok barang dan harga di Pasar Flamboyan Pontianak.

Edi menuturkan kedatangan Mendag tersebut untuk melihat hasil kerja Pemkot Pontianak dalam rangka mengendalikan harga kebutuhan pokok. Karena selama beberapa tahun Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Pontianak berhasil mengendalikan harga dan inflasi.

"Sekaligus beliau meninanjau rencana pembangunan pasar ikan yang belum tuntas, pembangunan ini akan menyesuaikan dengan pasar Flamboyan yang baru. Kemungkin 2018 nanti dianggarkan mereka," ucap Edi Kamtono saat di wawancarai media, Rabu (27/12/2017).

Dalam kunjungan tersebut Mendag juga mengapresiasi langkah Pemkot Pontianak yang memasang tabel harga yang dapat dilihat oleh pembeli.

"Pak Menteri juga memberikan apresiasinya mengenai langkah Pemkot dalam pengendalian harga, serta bagaimana mengawasi kegiatan pasar rakyat dengan kita memasang daftar harga digital," jelasnya.

Baca: Menteri Perdagangan Tinjau Pasar Flamboyan

Selain itu Pemkot Pontianak juga memiliki toko penyeimbang harga, yang berfungsi untuk mengendalikan harga apabila para pedagang menaikan harga semaunya maka toko penyeimbang tetap menjual sesuai dengan harga patokan yang telah ditentukan.

"Kita juga punya toko atau warung penyangga, ini dipantau setiap hari sehingga bisa menstabilkan harga. Misalnya bawang putih harganya Rp 16 ribu perkilogram , nah kalau ada yang naikin misalnya Rp 20 ribu maka dia tetap Rp 16 ribu sehingga yang lain juga alan tetap menjual berdasarkan harga biasa itu," tambahnya.

Mengenai harga cabai dan tomat yang melambung tinggi Edi menjelaskan jika ada kendala distribusi dari Jawa karena musim hujan, karena dua komoditi tersebut tidak baik saat musim hujan.

"Kita juga berupaya untuk mendorong para petani atau rumah tangga menanam cabe jadi harga bisa stabil di kala cuaca tidak mendukung," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved