Dunia Bersatu Bela Palestina

Sorotan dunia kini tertuju ke sikap keras kepala Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dunia Bersatu Bela Palestina
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Masa DPW PKS Kalimantan Barat melakukan aksi damai di bundaran Digulis, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/12/2017) sore. Aksi turun ke jalan ini menyuarakan penolakan terhadap keputusan presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui bahwa Al Quds (Yerusalem) menjadi ibukota Israel. Pada kesempatan ini DPW PKS Kalbar juga mengecam keras kebiadaban bangsa Israel terhadap Palestina. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

"Posisi negara-negara kami soal Yerusalem tetap tak berubah. Aspirasi kedua pihak harus dipenuhi dan sebuah cara harus ditemukan untuk negosiasi guna menyelesaikan status Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara di masa mendatang," demikian statemen bersama Uni Eropa.

Baca: Pemuda Melayu Harus Aktif Tegakan Adat Istiadat

Sebelumnya, dari Vatikan Roma, Paus Fransiskus berdoa agar status netral Yerusalem dipertahankan dan menyerukan setiap orang berkomitmen menghormati status quo kota Yerusalem, sesuai dengan resolusi yang relevan dari PBB.

"Yerusalem adalah kota yang sakral bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim, di mana Tempat Suci untuk agama masing-masing dihormati," kata Pemimpin Katolik Dunia itu pada audiensi umum mingguannya di Vatikan.

Tapi faktanya, tentara zionis Israel selalu menunjukkan sikap permusuhan bahkan mengusir orang-orang Palestina yang beragama Islam dan Kristen.

Seperti terlihat pada video yang menunjukkan umat Kristen di Palestina dihajar oleh tentara Israel Yahudi saat merayakan Natal.

Para pendukung Palestina merdeka tidak perlu takut terhadap sembilan negara pendukung AS karena mereka bukanlah negara besar. Selain Israel, mereka adalah negara kecil yang jarang terdengar yakni Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Micronesia, Nauru, Palau dan Togo. Demikian pula mereka yang abstain.

Trump berang lalu mengancam penentangnya dengan akan memotong bantuan ekonomi.
Bagi Indonesia, ancaman ini tidak seharusnya ditakuti. Kita negara besar.

Bahkan bukan tidak mungkin kitalah yang sebenarnya membantu perekonomian AS dengan adanya perusahaan-perusahaan besar negara tersebut di negeri ini seperti Freeport. Lalu apa yang dilakukan setelah putusan Majelis Umum PBB tersebut.

Pertanyaan yang sulit ini hanya dapat dijawab dengan persatuan negara-negara pendukung Palestina terutama anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Negara-negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim kerap dapat dipecah belah oleh AS dan Israel.

Halaman
123
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved