Natal 2017
Suasana dan Semangat Natal di Panti Asuhan Bhakti Luhur
Ada pohon natal dan gua mini yang dilengkapi replika para tokoh yang terlibat dalam kisah kelahiran Yesus, lengkap dengan domba dan palungan.
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Suasana Natal tampak terasa di panti asuhan Bhakti Luhur melalui beberapa dekorasi yang menghiasi ruangan tempat tamu dipersilakan duduk.
Ada pohon natal dan gua mini yang dilengkapi replika para tokoh yang terlibat dalam kisah kelahiran Yesus, lengkap dengan domba dan palungan.
Anak-anak usia 2-5 tahun tampak riang bermain.
Ada yang menaiki sepeda secara bergantian, ada juga yang menata ulang gantungan penghias pohon Natal. Keceriaan itu terungkap lewat gelak tawa mereka.
Baca: Bahagia Meski Natal Jauh dari Keluarga
Ada 34 anak asuh di panti ini. 10 laki-laki dan 24 perempuan, hampir sebagian besar mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus.
"Dari 34 anak, hanya 8 yang tidak berkebutuhan khusus," kata seorang pengasuh panti, Noberta Eva Suryana.
Baca: Gubernur Cornelis Gelar Open House Saat Natal, Catat Waktunya Ya!
Perempuan yang telah mengasuh anak-anak panti Bhakti Luhur sejak tahun 2007 ini mengatakan Natal menjadi satu moment di mana panti ini akan ramai dikunjungi, baik itu keluarga, para pemerhati panti, maupun kelompok-kelompok tertentu yang mengadakan kegiatan bakti sosial.
"Kita secara khusus tidak membuat kegiatan, namun di hari Natal itu kita pasti berdoa dan makan bersama. Saat ini menjelang Natal selalu ramai yang berkunjung maka itu juga menjadi rangkaian kegiatan khas yang mewarnai perayaan Natal," jelasnya.
Baca: Sukacita Natal di Graha Werdha Marie Joseph, Lihat Videonya
Meski tidak dirayakan dengan mewah dia mengungkapkan setiap tahun mereka mencoba membawa suasana dan semangat Natal tersebut ke dalam panti. Mereka tidak ingin anak-anak asuhnya merasa merayakan Natal dengan berbeda, apalagi mereka sejak kecil tidak tumbuh bersama keluarganya.
Mereka menghias pohon dan membangun gua Natal bersama.
"Kita berusaha untuk menghadirkan suasana dan semangat Natal ke sini. Kita tidak mau mereka menjadi berpikir bahwa Natal itu sama saja seperti hari biasa, kita buat suasana di panti juga lebih semarak dengan hiasan-hiasan ini misalnya," katanya menunjuk pohon natal serta gua kelahiran Yesus.
Dia mengungkapkan ada banyak masyarakat yang tergerak hatinya untuk berbagi sukacita Natal, mereka kerap mengunjungi anak-anak panti sambil membawa bingkisan. Ada juga yang membawa bahan-bahan sembako sebagai bentuk berbagi.
"Anak-anak senang ketika dikunjungi, mereka memang senang bertemu orang baru. Biasanya kegiatan jelang Natal juga tergantung pada orang-orang yang datang berkunjung," ujarnya.
Kadang anak-anak diajak bermain di sekitar panti, membuat kegiatan seru seperti permainan anak dengan gerak dan lagu. Ada juga yang mengundang untuk mengikuti kegiatan di luar panti.
"Kegiatannya biasanya bermain sambil jalan-jalan," ujarnya.
Dia mengatakan momentum Natal menjadi semangat baru juga bagi mereka di panti asuhan. Apalagi mengurus anak-anak dengan kebutuhan khusus tidak bisa dikatakan pekerjaan gampang.
"Natal ini sama seperti sebuah kelahiran semangat baru bagi saya. Kami kadang merasa lelah luar biasa, tapi ketika melihat mereka lagi semangat itu muncul, dan ketika Natal tiba lahirnya semangat-semangat baru ini menjadi lebih besar," paparnya.
Harapannya pada Natal ini sukacita dan damai dapat benar-benar dimaknai oleh semua orang dan disyukuri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/perayaan-natal_20171222_222553.jpg)