Seluruh Nelayan Bakau Besar Laut Gunakan Pukat Ramah Lingkungan
Disamping setelah adanya peraturan penggunaan pukat trwal yang mulai diberlakukan pada 1 Januari
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Nasaruddin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pj Kepala Desa Sungai Bakau Besar Laut Gustam mengatakan kesadaran nelayan untuk mengganti pukat trawl timbul dengan sendirinya.
Disamping setelah adanya peraturan penggunaan pukat trwal yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2018 mendatang.
"Kami dari pemerintahan desa sejak tahun 2012 telah melakukan pembinaan kelompok nelayan yang selama ini mengandalkan pukat trawl saat melaut," ujarnya, Jumat (22/12/2017).
Ia mengatakan saat ini seluruh nelayan di sungai bakau besar laut telah mengganti pukat trawl dengan pukat ramah lingkungan bantuan dari pemerintah.
"Tahun 2017 ini sebanyak 24 nelayan bakau besar laut telah bersedia mengganti trawl," ujarnya.
Sementara itu, Baharuddin (49) satu di antara nelayan bakau besar laut mengaku tidak masalah jika harus mengganti pukat trawl yang selama ini digunakanya mencari ikan di laut.
"Susah juga kalau dilarang oleh pemerintahkan mending diganti. Tapi kayaknya pukat yang dibagikan oleh pemerintah lebih panjang dan dalam jangkauannya mudah-mudahan nanti hasilnya lebih banyak," ujarnya.
LIHAT YANG DILAKUKANNYA, https://t.co/z2a0boFncZ
Akun YouTube Indonesian Idol menjadi trending topic, sejak Kamis (21/12/2017). Peserta bernama Marion Jola ini kedatangannya begitu menarik perhatian para Juri.
— Tribun Pontianak (@tribunpontianak) 22 Desember 2017
Ia juga tidak khawatir terjadinya penurunan tangkapan karena pergantian pukat trawl dengan alat ramah lingkungan.
"Kalau pukat trawl memang ikan-ikan kecil masuk semua. Mudahan-mudah dua atau tiga bulan lagi tangkapan ikan lebih banyak," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pukat-trawl-mempawah_20171222_224931.jpg)