Perusahaan Ini Paksa Karyawan Saling Tampar dan Alasannya Tak Masuk Akal, Videonya Bikin Geger!
Di depan ratusan kolega, selusin wanita dari departemen penjualan berlutut di atas panggung sembari menampar satu sama lain.
Penulis: Salma Fenty Irlanda | Editor: Salma Fenty Irlanda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID --Sebuah perusahaan di China baru-baru ini menggegerkan publik atas sebuah video yang tidak wajar.
Perusahaan Nanchang Jinhuayuan Meiye, sebuah perusahaan perawatan kecantikan dan kulit memaksa karyawannya yang memiliki kinerja buruk sepanjang tahun untuk saling menampar sambil berlutut hingga bos mereka menyuruh untuk berhenti.
Sebuah rekaman yang menunjukkan momen tersebut memperlihatkan bagaimana karyawan perempuan di sana dipaksa saling menampar wajah mereka satu sama lain, dalam sebuah acara gala perusahaan.
Baca: Selain Dapat Turunkan Berat Badan, Puasa Senin Kamis Bisa Tingkatkan Kinerja Otak, Kok Bisa?
Hukuman tersebut dijatuhkan di atas panggung untuk merayakan ulang tahun perusahaan yang ke-14.
Melansir Mirror, Selasa (19/12/2017), di depan ratusan kolega, selusin wanita dari departemen penjualan berlutut di atas panggung sembari menampar satu sama lain.
Aksi tersebut baru akan dihentikan setelah atasan mereka mengatakan 'Stop'.
Sebuah kalimat yang tertulis di layar background berbunyi 'Tim Kejam'.
Nampaknya, bos mereka hendak menanamkan hukuman kasar bagi mereka.
Baca: Foto Gibran di Bandara Tersebar, Keluarga Jokowi Beri Jawaban Beda Soal Sosok Lelaki dalam Foto
Cuplikan video tersebut diunggah pada media sosial dan telah ditonton sebanyak lebih dari 6 juta kali.
"Itu adalah sebuah pertunjukan yang menampilkan semangat tim," ujar salah satu juru bicara perusahaan yang enggan disebutkan namanya saat dimintai konfirmasi terkait video tersebut.
Ia menambahkan, peristiwa itu terjadi saat pembukaan gala akhir tahun dan hanya sekali dilakukan.
"Tim kami itu kuat," lanjutnya.
Baca: Jangan Baper Saat Status WhatsApp Teman Kamu Online Tapi Pesanmu Ga Dibalas, Ini Rahasianya
Klip tersebut memicu ribuan komentar di media sosial China dan menyebutnya sebagai penyalahgunaan karyawan.
Namun, belum jelas apakah polisi setempat akan menyelidiki kasus tersebut atau tidak.
(TRIBUNNEWS.COM/Salma Fenty Irlanda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/karyawan_20171219_121150.jpg)