Kasus Gigitan Rabies Meningkat, Dewan Minta Instansi Terkait Tak Anggap Enteng

asalnya, jumlah kasus gigitan tahun 2017 melonjak drastis dari tahun sebelumnya.

Kasus Gigitan Rabies Meningkat, Dewan Minta Instansi Terkait Tak Anggap Enteng
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Ketua Komisi V DPRD Kalbar Markus Amid saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa (19/12/2017) siang 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi V DPRD Kalbar Markus Amid meminta instansi terkait tidak santai terhadap kasus-kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR). 

Pasalnya, jumlah kasus gigitan tahun 2017 melonjak drastis dari tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah korban meninggal akibat positif rabies juga memantik keprihatinan.  

"Dinas-dinas terkait di provinsi harus bergerak lakukan langkah antisipasi dan penanggulangan rabies. Jangan santai dan jangan anggap enteng," ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Selasa (19/12/2017) siang. 

Baca: Kasus Gigitan HPR dan Korban Meninggal Rabies Meningkat Drastis Di Kalbar, Segini Jumlahnya

Lonjakan ini tentu menjadi indikator bahwa rabies cukup membahayakan bagi masyarakat Kalbar.

Ia tidak ingin Pemerintah Provinsi Kalbar melalui instansi terkait menganggap remeh wabah rabies. 

"Jangan sampai ketika semakin banyak korban berjatuhan, kita baru sadar upaya ekstra antisipasi dan penanggulangan  rabies itu penting. Ambil langkah serius dan sesegera mungkin," terangnya. 

Baca: Fokus Antisipasi Kasus Rabies di Kalbar

Politisi Demokrat ini menambahkan Komisi V DPRD Kalbar sering meminta kejelasan kepada dinas-dinas terkait sejauh mana upaya penanggulangan rabies. Ia mendapati keluhan keterbatasan tenaga kesehatan dan vaksinator hingga tinggal desa atau dusun. 

"Rata-rata persoalan seperti itu. Untuk itu, Komisi V menyarankan tidak hanya bergantung kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan. Libatkan juga aparat desa dan dusun," jelasnya. 

Markus Amid berharap aparat desa dan dusun dilatih dan diajarkan terkait tata cara vaksinasi dan langkah-langkah penanganan rabies. Mereka harus diberdayakan untuk ambil peran. 

Ia sambut baik kerjasama Dinas Peternakan dengan Bhabinkamtibmas/Babinsa terkait vaksinasi. Namun, tidak bisa dihindari bahwa satu orang Bhabinkamtibmas/Babinsa menaungi lebih dari satu desa. Kondisi ini tentu menjadi keterbatasan.

"Lebih efektif gunakan aparat desa sampai dusun. Karena mereka langsung di lapangan. Jadi, tidak hanya sosialisasi. Ajari langkah atasi rabies. Misalnya vaksin, kalau tidak ada tenaga kesehatan, langsung saja aparat desa dan dusun diajarkan serta dilatih memvaksinasi binatang," tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved