Kasus Gigitan HPR dan Korban Meninggal Rabies Meningkat Drastis Di Kalbar, Segini Jumlahnya

"Dari total 2.074 GHPR. Hampir 91 persen atau 1.875 kasus sudah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)," terangnya.

Kasus Gigitan HPR dan Korban Meninggal Rabies Meningkat Drastis Di Kalbar, Segini Jumlahnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat Abdul Manaf saat diwawancarai Tribun, Senin (18/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Tahun 2017 di Provinsi Kalimantan Barat mencapai 2.064 kasus. Angka ini meningkat bila dibandingkan GHPR tahun 2016 sebanyak 1.189 kasus.

Kasus kematian manusia akibat rabies juga meningkat signifikan pada tahun 2017 yakni sebanyak 24 orang. Pada tahun 2016, angka kematian manusia sekitar 11 orang.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat Abdul Manaf memaparkan berdasarkan laporan kasus GHPR Kalbar Tahun 2017 per tanggal 11 Desember 2017, 2.064 kasus itu tersebar merata di 13 kabupaten/kota di Kalbar. 

(Baca: Rp 2 Miliar Untuk Revitalisasi Istana Kadriah, Ini Yang Diperbaiki )

"Minus Kota Singkawang yang nihil kasus gigitan," ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Selasa (19/12/2017).

Kasus GHPR terbanyak berada di Sanggau sebanyak 909 kasus. Lantas diikuti Sintang 227 kasus, Landak 203 kasus, Sekadau 200 kasus, Bengkayang 197 kasus, Kapuas Hulu 145 kasus, Ketapang 59 kasus, Mempawah 44 kasus, Kayong Utara 34 kasus, Melawi 19 kasus, Pontianak 14 kasus, Sambas 8 kasus dan Kubu Raya 5 kasus.

(Baca: Gelar FGD, Ini Pesan Kapolres Kayong Utara )

"Dari total 2.074 GHPR. Hampir 91 persen atau 1.875 kasus sudah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)," terangnya.

Sementara itu, 24 korban meninggal lantaran rabies terdiri dari 14 orang di Sanggau, 3 orang di Sintang, 3 orang di Sekadau, 2 orang di Landak, 1 orang di Bengkayang dan 1 orang di Kapuas Hulu.

Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap kasus GHPR, setidaknya 41 kasus positif rabies.

"Sebaran kasus itu antara lain 11 kasus di Sanggau, 10 kasus di Sekadau, 5 kasus di Mempawah, 4 kasus di Ketapang, 3 kasus di Bengkayang, 3 kasus di Kayong Utara, 2 kasus di Sintang, 2 kasus di Kapuas Hulu dan 1 kasus di Kubu Raya," paparnya.

Pihaknya juga telah mendata total populasi anjing di Kalbar yakni 218.117 ekor. Populasi anjing terbanyak terdapat di Kabupaten Landak sebanyak 53.851 ekor. Lantas diikuti Sanggau 39.341 ekor, Bengkayang 29.714 ekor, Mempawah 16.676 ekor, Kapuas Hulu 15.211 ekor, Sekadau 12.101 ekor, Sintang 10.357 ekor, Melawi 9.870 ekor, Ketapang 9.869 ekor, Sambas 5.925 ekor, Singkawang 5.730 ekor, Pontianak 4270 ekor, Kubu Raya 3.680 ekor dan Kayong Utara 1522 ekor.

"Pendataan ini penting agar bisa diukur sejauh mana upaya penanggulangan dan antisipasi rabies," katanya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved