Gempa 6,9 SR di Pulau Jawa, 2 Meninggal dan Ratusan Rumah Rusak

BPBD bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD setempat, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat membantu penanganan darurat.

Gempa 6,9 SR di Pulau Jawa, 2 Meninggal dan Ratusan Rumah Rusak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, penanganan darurat dampak gempa bumi 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta masih terus dilakukan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya mengungkapkan, penanganan darurat dampak gempa bumi 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta masih terus dilakukan.

"Data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD. Dampak gempa bumi terdapat 2 orang meninggal dunia, 7 orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan," ungkapnya, Sabtu (16/12/2017).

Daerah yang terdampak gempa yang merusak, terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.

(Baca: Gempa Juga Guncang Yogyakarta, Mahasiswa Asal Kapuas Hulu Kaget Keluar Kost ) 

Mengingat pusat gempa berada di 6 KM arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat.

"Dampak gempa di wilayah Jawa Barat adalah 1 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sedangkan di Jawa Tengah, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang," jelasnya.

Dua korban meninggal dunia adalah Hj Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW02, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dan Ibu Aminah (80) warga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW18, Kelurahan Kauman, Kota Pekalongan.

"Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Korban luka semua dirujuk ke rumah sakit setempat," ujarnya.

Beberapa rumah sakit mengalami kerusakan, sehingga pasien dievakuasi ke luar rumah sakit.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved