Usai Diskusi Publik RADPG, Bappeda Beberkan Aksi Besar-besaran di Awal Tahun 2018

Kartius menjelaskan bahwa kegiatan diskusi publik ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Diskusi Publik Kebijakan Strategis dan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) di Aula Bappeda Sintang, Jumat (15/12/2017) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang bekerjasama dengan Konsultan MCA-I sebagai mitra IMA World Health. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang bekerjasama dengan Konsultan MCA-I sebagai mitra IMA World Health melaksanakan Diskusi Publik Kebijakan Strategis dan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) di Aula Bappeda Sintang, Jumat (15/12/2017) pagi.

Kegiatan ini merupakan satu di antara upaya pencegahan stunting sejak usia dini. Kemudian mengajak seluruh pihak, terutama pemerintah daerah untuk mendorong perhatiannya terhadap kondisi stunting di Sintang yang masih berada di angka 34 persen.

( Baca: Walikota dan Wawako Singkawang Terpilih Tjhai Chui Mie dan Irwan Gelar Geladi Resik Pelantikan )

Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kartius menjelaskan bahwa kegiatan diskusi publik ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang dan pihak-pihak terkait lainnya dalam rangka keseriusan menurunkan angka stunting.

(Baca: Wings Air Perdana Terbangi Putussibau dan Sintang )

"Pemkab ke depannya akan menggelar rencana aksi bersama setiap instansi pemerintah di Sintang. Supaya bisa mengkampanyekan stunting dengan membuat seketariat bersama tingkat kabupaten untuk mengedalikan masalah stunting," ujar Kartiyus.

Lanjutnya bahwa untuk mecegah stunting ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, satu di antaranya penundaan usia perkawinan dan melahirkan.

Sebab menurut data yang sudah ada, hal tersebut dipandang mampu untuk menurunkan angka stunting.

“Kita kampenyekan agar remaja putri menunda usia perkawinan mereka. Jangan di bawah 20 tahun, karena kelengkapan alat reproduksinya wanita memang belum siap saat usia tersebut. Jika mampu melakukan itu, bisa menurunkan stunting sampai 30 persen," katanya.

Lanjutnya bahwa pada Januari 2018 mendatang, Pemerintah Kabupaten Sintang akan memulai kampanye besar-besaran terkait berapa isu, seperti menyusui bayi enam bulan pertama serta pentingnya memberikan asupan makanan bergizi bagi ibu menyusui.

"Adanya aksi ini kita berharap semua instansi wajib mengkampanyekan stunting dengan membuat baliho. Jika program ini bisa dilaksanakan oleh masing-masing instansi, kita berharap juga sampai ke kecamatan maupun desa-desa yang ada di Sintang,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved