Citizen Reporter

Perkumpulan Pancur Kasih Desak Pembuatan Perda Masyarakat Adat di Ketapang

Ini menyemangati gerakan masyarakat sipil dan masyarakat adat di berbagai daerah dalam advokasi

Perkumpulan Pancur Kasih Desak Pembuatan Perda Masyarakat Adat di Ketapang
IST
Foto bersama pada diskusi dan media briefing bersama 20an peserta, di hotel Harris, Pontianak, Kamis (14/12/2017). 

Citizen Reporter
R. Giring, Divisi Riset dan Advokasi Perkumpulan Pancur Kasih

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Angin segar perlindungan hukum bagi masyarakat adat di tanah air menggembirakan karena pada tanggal 5 Desember 2017, lalu Prolegnas 2018 memprioritaskan RUU tentang masyarakat adat bersama 50 RUU lainnya ditambah 5 RUU Kumulatif Terbuka.

Ini menyemangati gerakan masyarakat sipil dan masyarakat adat di berbagai daerah dalam advokasi regulasi perlindungan dan pengakuan masyarakat adat.

Hal itu disampaikan Matheus Pilin, Direktur Perkumpulan Pancur Kasih (PPK), saat membuka dan menjadi narasumber pada diskusi dan media briefing bersama 20an peserta, di hotel Harris, Pontianak, Kamis (14/12/2017).

Narasumber lain adalah Paulus Tan, anggota DPRD Ketapang.

Dia mengatakan bahwa DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kab. /Kota, dan Presiden, Gubernur dan Bupati/Walikota tak perlu ragu lagi membuat regulasi tentang masyarakat adat.

"Kalau sudah amanat konstitusi, apalagi UUD 1945 Pasal 18B ayat (2), dan Putusan MK 35/2012, maka lembaga eksekutif dan legislatif dari pusat hingga daerah kab/kota tak perlu ragu lagi membuat regulasi tentang pengakuan masyarakat adat," jelasnya saat memaparkan bahan presentasi.

Dia menambahkan, terkait Perda masyarakat adat di Ketapang, dirinya sebagai anggota fraksi Gerindra siap menandatangani MoU kerja sama dengan PPK apabila diperlukan.

"Inisiatif Perda dari eksekutif bisa juga ditempuh, dan mungkin tantangannya lebih kecil," imbuhnya.

Narasumber lain adalah Abdias Yas, sebagai tim peneliti masyarakat adat di Kabupaten Ketapang.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved