Polresta Pontianak Bongkar Sindikat Pemalsu Dokumen

Kompol M Husni Ramli menuturkan terbongkarnya sindikat ini berawal dari maraknya jasa pembuatan KTP, SIM, BPKB dan STNK di media sosial.

Polresta Pontianak Bongkar Sindikat Pemalsu Dokumen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Barang bukti yang diamankan dari Edi Junaidi, satu di antara tersangka pemalsuan dokumen saat diamankan di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (14/12/2017) sore. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Polisi melakukan membongkar sindikat pembuatan dokumen penting yakni dari kartu identitas diri hingga dokumen kendaraan bermotor Palsu di Pontianak‎ pada Kamis (14/12/2017).

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli menuturkan terbongkarnya sindikat ini berawal dari maraknya jasa pembuatan KTP, SIM, BPKB dan STNK di media sosial.

Kemudian anggota Satreskrim Polresta Pontianak di lapangan melakukan penyelidikan akhirnya terbongkar jasa pembuatan itu adalah palsu alias penipuan. Lantaran penawaran jasa-jasa yang ada untuk pembuatan kelengkapan administrasi negara itu dibuat dan cetak sendiri.

"Ada dua orang pelaku pemalsuan dokumen negara ini, yakni berinisial MM dan EJ," jelas Kasat Reskrim, Kamis (14/12/2017).

(Baca: Video Polisi Gerebek Tempat Pemalsuan Dokumen di Pontianak Timur )

Lanjutnya, Penangkapan yang dilakukan terhadap EJ dan MM berlangsung di gerbang komplek permata asri Jalan Sultan Hamid Kecamatan Pontianak Timur.

"Keduanya ditangkap saat hendak melakukan transaksi dokumen palsu tersebut," kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim mengatakan dalam penangkapan itu, diamankan barang bukti dokumen-dokumen palsu, alat cetak, bahan material dan komputer.

"Saat ini sudah kita amankan dan sedang kita lakukan penindakan lebih lanjut,"terangnya.

Kemudian Kompol Husni, EJ dan MM menegaskan untuk sementara kedua pelaku pemalsu dokumen ini akan di ancam akan dijerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara lamanya.

"EJ dan MM saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ini akan terus dilakukan pengembangan," pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved