Ini Pesan Gubernur Kalbar ke 288 PNS yang Purna Tugas

Gubernur Kalbar Cornelis meminta 288 PNS Purna Tugas melakukan kegiatan bermanfaat pasca pensiun...

Ini Pesan Gubernur Kalbar ke 288 PNS yang Purna Tugas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Gubernur Kalbar Cornelis menyerahkan cinderamata kepada Mantan Asisten Administrasi dan Umum Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat, Lensus Kandri yang telah purna tugas saat pelepasan 288 orang purna tugas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat Tahun 2017 di Hotel Harris Pontianak, Jalan Gajahmada, Selasa (12/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar Cornelis meminta 288 PNS Purna Tugas melakukan kegiatan bermanfaat pasca pensiun. Pensiunan PNS juga diimbau tidak menjadikan purna tugas sebagai beban pikiran.

"Udah pensiun, cari kegiatan lain. Masih banyak kesempatan melakukan hal bermanfaat. Jangan stress atau gila hormat. Biasa saja. Contoh jak saya ni, bentar lagi pensiun Gubernur. Diberhentikan jadi gubernur, jadi rakyat," ungkapnya saat pelepasan 288 orang purna tugas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat Tahun 2017 di Hotel Harris Pontianak, Jalan Gajahmada, Selasa (12/12/2017).

Orang nomor satu di Bumi Tanjungpura ini juga meminta pensiunan PNS untuk tidak lupa akan jasa orang lain semasa masih aktif.

"Kita syukuri apa yang kita dapat. Percaya atau tidak percaya, Tuhan itu ada. Apapun namanya. Sudah sampai masa pensiun syukuri lah. Karena ada juga teman-teman kita yang tidak sampai pensiun dan berpulang ke hadapan Tuhan," terangnya.

(Baca: 288 PNS Purna Tugas, Lensus Kadri Sampaikan Kesan dan Pesan )

Cornelis mengimbau para pensiunan berlaku wajar dan tidak berlebihan menikmati masa pensiun. Ia meminta maaf kepada para pensiunan yang telah membantu tugas dirinya dalam pembangunan Kalbar selama dua periode.

"Manusia tidak ada yang bersih. Tidak ada yang seperti kertas putih. Saya ucapkan terimakasih, bekerja dengan baik selama ini bersama saya dalam melayani masyarakat. Bukan melayani Cornelis," imbuhnya.

Menjadi PNS merupakan hal tidak mudah, lantaran diperlukan kompetensi dan pengetahuan untuk memahami peraturan dan perundang-undangan berlaku.

"Saya dulu PNS juga sebelum menjadi seperti sekarang ini. Saya anggap politik birokrasi paling jahat dan kejam. Gubernur bisa disandera masuk penjara dibuatnya. Jadi PNS tidak mudah. Saya harap kepada PNS aktif bermental pelayan masyarakat, bukan mental feodal," tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved