Begini Cara Bikin Roket Air Ala Murid SMA Panca Bhakti Pontianak

"Lalu ada juga infraboard yang nantinya akan digunakan sebagai sayap roket," katanya saat ditemui di SMA Panca

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Nasaruddin
Instagram @ninainaa_
Murid SMA Panca Bhakti Pontianak berpose bersama roket air karya mereka, belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guru fisika, Randy Ramanda mengatakan, untuk membuat satu roket air, bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya 2 botol air mineral bekas dengan volume 1500 ml, paralon 1,5 inch, kemudian plastisin sebagai pemberat.

"Lalu ada juga infraboard yang nantinya akan digunakan sebagai sayap roket," katanya saat ditemui di SMA Panca Bhakti Pontianak, Jalan Haji Rais A. Rahman, Selasa (12/12/2017).

Selain bahan-bahan tersebut, Randy juga menggunakan pentil dari ban dalam sepeda motor bekas yang nantinya akan digunakan sebagai pintu masuk udara dari pompa ke dalam peluncur.

Satu unit roket air sekilas memang terlihat sederhana.

Namun ketika diuji coba, roket tersebut bahkan dapat meluncur kurang lebih sejauh 70 meter.

Untuk meluncurkannya, terlebih dahulu dimasukan air ke dalam roket, namun tidak sampai penuh.

Setelah itu baru kemudian roket dipasangkan pada peluncur.

"Setelah roket terpasang pada peluncur, tahap selanjutnya adalah dengan memompa udara ke dalam peluncur itu dengan hitungan tertentu tergantung sejauh mana jarak yang diinginkan," jelasnya.

Pada prinsipnya, roket dapat meluncur karena adanya tekanan udara yang masuk dari peluncur ke dalam roket.

"Apabila botol diisi dengan air dan udara dengan tekanan tertentu maka udara di dalam botol akan menekan ke segala arah," tambahnya.

Satu hal yang juga tak kalah penting, kata Randy, bagian depan roket harus dibuat lancip agar dapat membelah angin, seperti halnya pesawat terbang, sehingga dapat meluncur dengan sempurna.

Randy menambahkan, praktek tersebut adalah satu upayanya untuk memberikan pemahaman secara efektif kepada para pelajar mengenai ilmu fisika.

"Karena selama ini mindset mereka (pelajar) fisika itu kan sulit, padahal fisika dan matematika itu beda, fisika hanya membutuhkan matematika untuk hitung-hitungannya, sebetulnya fisika itu adalah ilmu tentang alam," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved