Sehari, Petani Mempawah Terima Permintaan Jahe Dari Malaysia Capai 40 Ton

Saat ini, ia memproduksi jahe di lahan 1,2 hektare di kawasan Desa Semparung Parit Raden Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah ini.

Sehari, Petani Mempawah Terima Permintaan Jahe Dari Malaysia Capai 40 Ton
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NINA SORAYA
Sukri menunjukkan tanaman jahe miliknya yang akan segera panen,Senin (11/12/2017). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Nina Soraya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH  - Petani jahe asal Desa Semparung Paret Raden Kabupaten Mempawah, Sukri (46), ini mampu sejahtera hanya dengan mengandalkan bertanam jahe di lahan yang 2,2 hektare yang disewanya.

Menurutnya semangatnya menanam jahe karena permintaan pasar luar yang luar biasa.

"Permintaan besar itu dari Malaysia. Mereka bisa beli jahe kita hingga 40 ton sehari," ungkapnya yang ditemui Tribun, di lahan jahe, Senin (11/12/2017).

(Baca: 3 Kasus Viral di Kalbar Belum Terungkap, Nomor 2 Bikin Geger! ) 

Dirinya memilih menjual ke Malaysia melalui Serikin.

Jahe yang diproduksinya ini merupakan jahe lokal Mempawah.

"Kalau kata pembeli itu jahe kita ini kualitasnya bagus makanya mereka suka," katanya.

Saat ini, ia memproduksi jahe di lahan 1,2 hektare di kawasan Desa Semparung Parit Raden Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah ini.

Dari 1 hektare lahan ini bisa menghasilkan sekitar 15 ton jahe.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved