Kebakaran Rumah Betang Diduga Karena korsleting Listrik
"Penyebab kebakaran diduga sementara disebabkan oleh korsleting listrik. Karena warga melihat sumber api di atas atap rumah...," ujarnya
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi S.IK MH menyatakan kejadian kebakaran Rumah Betang, di Rt. O3 RW 02, Dusun Bulan Tinjo, Desa Sayut Kecamatan Putussibau Utara sekitar pukul 23.30 WIB.
Menurut keterangan Kepala Desa Siut, Martinus Kalomba, jelas Kapolres kebakaran diperkirakan bermula dari bilik bagian tengah rumah betang antara bilik milik saudara Lasan, Japila, dan Jarop, namun belum diketahui pasti dari bilik milik siapa karena pada saat Kalomba di bangunkan api sudah membesar.
(Baca: Nenek Teria Nyaris Terbakar Api di Rumah Betang )
"Penyebab kebakaran diduga sementara disebabkan oleh korsleting listrik. Karena warga melihat sumber api di atas atap rumah betang tersebut bagian tengah," ujarnya kepada wartawan, Senin (11/12/2017).
Imam menuturkan, kebanyakkan bilik rumah betang yang terbakar tidak ada penghuninya, karena sebagian warga pemilik bilik bermalam di ladang dan warga yang sedang berada di betang sudah tidur.
(Baca: Desak Polisi Usut Penyebab Kematian Pria Tewas Tergantung di Rumah Betang )
"Api berhasil di padamkan sekira pukul 03.30 WIB subuh, dengan di bantu oleh masyarakat setempat bersama dengan gabungan anggota Polres Kapuas Hulu, anggota Batalyon 644 Walet Sakti, dan TAGANA kapuas Hulu," ucapnya.
Jumlah bilik keseluruhan bilik rumah betang sebanyak 34 pintu, dan yang terbakar ada 19 pintu, dan 1 buah warung milik warga. Kerugian materil untuk semntara diperkirakan sejumlah Rp 800 juta, .000.000,- yang berupa barang-barang berharga seperti 3 l unit sepeda motor, surat-surat berharga, barang2 elektronik, pakaian, dan persedian pangan warga.
"Tidak ada korban jiwa, dan hanya sehingga saat ini warga korban kebakaran masih merasa trauma, dan perlu di berikan bantuan berupa pakaian dan sembako, karena warga yg menjadi korban kebakaran kebanyakan tidak bisa menyelamatakan barang-barangnya, karena pada saat peristiwa kebakaran terjadi kebanyakkan warga pemilik bilik yg terbakar, bermalam di rumah ladang," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/puing_20171211_185053.jpg)