Bertanam Jahe Diyakini Bisa Bikin Petani Lebih Sejahtera

Dirinya mengharapkan kesuksesan Petani Jahe Sukri mampu memotivasi masyarakat lainnya, khususnya di kawasan tersebut.

Bertanam Jahe Diyakini Bisa Bikin Petani Lebih Sejahtera
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NINA SORAYA
(kanan-kiri) PetaniJahe Sukri, PPL, Kades Semparong Parit Raden Saniman, Staf Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Mempawah Oktavianus berfoto depan kebun jahe, Senin (11/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Staf Bagian Produksi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah, Oktavianus Frans, menuturkan meski terbilang baru masyarakat dalam bercocok tanam jahe, tapi bila melihat hasil dari jahe ini maka ini bisa membuat masyarakat sejahtera dalam waktu singkat.

"Analisa kita untuk tanaman jahe ini, petani bisa sejahtera dalam waktu singkat. Bila kita lihat Pak Sukri ini dengan modal di bawah Rp 100 juta untuk lahan 1 hektare lebih tadi, maka beliau bisa menghasilkan sampai Rp 300 juta.

(Baca: Petani Ini Kantongi Ratusan Juta Rupiah dari Bertanam Jahe )

Padahal kita pakai harga terendah saja dengan harga jual jahe Rp 17 ribu per kilo. Padahal harga jual jahe itu sekitar Rp 26 ribu per kilo. Tentu petani kita akan sangat untung," ungkapnya.

Menurutnya dengan peluang besar ini, sangat sayang bila masyarakat tidak memanfaatkan.

(Baca: Sehari, Petani Mempawah Terima Permintaan Jahe Dari Malaysia Capai 40 Ton )

Hanya, diakuinya informasi tersebut masih belum tersebar luas.

Dirinya mengharapkan kesuksesan Petani Jahe Sukri mampu memotivasi masyarakat lainnya, khususnya di kawasan tersebut.

"Apalagi permintaan dari Malaysia itu sampai 40 ton per hari. Sementara Pak Sukri saja dengan hasilnya saat ini masih belum bisa memenuhi permintaan tersebut. Seharusnya ini dimanfaatkan juga oleh petanin lainnya," sampainya.

Mewakili Dinas Pertanian, dia mengatakan sudah ada program pembinaan dan bantuan khusus untuk petani yang masuk sub hortikultura tersebut.

"Untuk di sini kita akan bantu satu unit pompa air," katanya.

Kendala paranet yang belum banyak dimiliki petani jahe karena kesulitan modal, dia mengaku pada tahun depan akan merencanakan bantuan tersebut kepada petani.

Kades Semparong Parit Raden, Saniman, mengatakan umumnya masyarakat desa mengandalkan produk pertanian sebagai sumber mata pencaharian. Di desa tersebut, pernah ada lada. Namun, karena harga lada yang anjlok, akhir masyarakat beralih ke yang lain.

"Potensi lain di sini selain jahe, ada kelapa, pinang dan sayuran. Kecuali padi yang tidak ditanam masyarakat sini. Nah dari hasil tanaman ini termasuk jahe ini masyarakat sampai bisa naik haji," kata Saniman. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved