Distan Sambas Kembangkan Benih Padi dan Bibit Jeruk

Menurutnya, benih-benih berlabel ungu tersebutlah yang kemudian di kembangkan oleh penangkar, sehingga kemudian menjadi benih berlabel biru.

Distan Sambas Kembangkan Benih Padi dan Bibit Jeruk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Sambas, Musanif mengungkapkan, setiap tahun pihaknya mengembangkan penangkaran benih padi yang dibiayai dari dana APBD.

"Setiap tahun kami ada mengembangkan penangkaran bibit. Tahun ini saja 275 hektare yang dibantu dari APBD 2017. Cuma memang kami bantu hanya benihnya label ungu. Untuk penangkaran kan benih label ungu. Strateginya, penangkarnya swadaya. Tahun depan kita lanjutkan programnya," ungkapnya, Minggu (10/12/2017).

Musanif menjelaskan, benih berlabel ungu hanya diperoleh dengan membeli dari produsen.

(Baca: 10 Foto yang Bisa Tipu Cara Pandang Kamu, No 4 Seram Tapi Kocak Abis )

Belum ada benih berlabel ungu yang diproduksi dari Kabupaten Sambas.

"Belinya dari produsen benih di luar, itu kan ada labelnya, label putih, label ungu dan label biru. Kalau yang disebar untuk ditanam itu label biru, tetapi kalau untuk penangkaran paling tidak label ungu. Kita di Kabupaten Sambas tidak ada mengeluarkan benih yang untuk label ungu, itu yang mengeluarkannya produsen dari pusat," jelasnya.

Menurutnya, benih-benih berlabel ungu tersebutlah yang kemudian di kembangkan oleh penangkar, sehingga kemudian menjadi benih berlabel biru.

"Kita beli benih yang berlabel ungu selanjutnya dikembangkan oleh penangkar kita, jadilah dia label biru. Label biru inilah yang dikembangkan dan ditanam oleh masyarakat kita," terangnya.

Sedangkan terkait tanaman jeruk.

Musanif mengungkapkan sudah ada pengembangan bibit jeruk di Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT), namun kapasitasnya masih terbatas.

Ke depan, Musanif bertekad akan meningkatkan kapasitas yang dihasilkan oleh BPMT.

"Sebenarnya sudah ada, Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) sudah ada mengembangkan bibit jeruk, hanya saja kapasitasnya terbatas, setahunnya hanya bisa untuk mensuplai sekitar 100 hektare, itu mata tunasnya. Yang lain itu kita masih mendatangkan mata tunas dari luar, termasuk dari Anjungan dan dari Malang. Tahun depan kita coba tingkatkan kapasitas BPMT kita. Mudah-mudahan nanti bisa memenuhi untuk kebutuhan di Kabupaten Sambas," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved