Cegah Pembakaran Hutan dan Lahan, Kapolsek Ajak Tanam Kopi
Untuk itu Kapolsek Serawai Iptu Suwaris membuat suatu terobosan supaya masyarakat mulai menanam kopi di Kecamatan Serawai.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Maraknya pembakaran hutan dan lahan yang saat ini terus terjadi di wilayah hukum Polsek Serawai semakin tahun makin banyak pelakunya.
Untuk itu Kapolsek Serawai Iptu Suwaris membuat suatu terobosan supaya masyarakat mulai menanam kopi di Kecamatan Serawai, Minggu (10/12/2017) pagi.
Dalam kesempatan tersebut Kapolsek Serawai Iptu Suwaris dengan didampingi oleh Kades Desa Nanga Serawai Amriansyah menyampaikan sosialisasi tentang cara menanam kopi yang baik.
"Kopi merupakan jenis tanaman yang sudah sejak lama di kenal di Indonesia maupun mancanegara, berbagai olahan kopi dengan berbagai merek telah bermunculan di mana- mana dari yang paling murah hingga yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi," ujar Iptu Suwaris.
(Baca: Pendistribusian Dana PKH Tahap IV Disambut Antusias Warga Serawai )
Untuk tanaman kopi sendiri bisa produksi hingga usia mencapai dua tahun ada dua jenis kopi yang saat ini sangat di minati oleh kalangan masyarakat yaitu jenis kopi arabika dan jenis kopi rabusta.
Namun sebenarnya jenis kopi sendiri banyak sekali seperti kopi luwak merupakan turunan dari kopi rabusta.
Pada kesempatan ini Iptu Suwaris juga akan membahas jenis kopi rabusta yang sudah populer di seluruh dunia dan jenis kopi yang juga banyak diminati.
Jenis kopi rabusta ini tidak semua lahan cocok untuk di tanami semakin bagus kualitas lahan untuk menanam kopi rabusta tentu akan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan
"Budidaya kopi rabusta suhu yang paling bagus adalah antara 23 sampai dengan 28 cc biasanya paling cock di daerah pegunungan, nah untuk itu di wilayah kecamatan serawai sangatlah cocok," katanya.
Untuk budi daya kopi rabusta sebaiknya di buatkan ayoman seperti peneduh tanaman kopi agar tidak terkena sinar matahari secara langsung yaitu di tanami tanaman sengon dan sejenisnya di bagian- bagian kopi.
"Sebaiknya tanaman peneduh di tanam ketika kopi suda mulai tumbuh besar jangan waktu masih kecil karena itu akan membuat kopi akan susah berkembang," jelasnya.
Kapolsek Serawai Iptu Suwaris juga menyampaikan hutan saat ini sudah banyak yang gundul dan akibatnya terjadi pemanasan global seperti yang kita rasakan saat ini.
"Sebelum hal demikian menjadi semakin parah, saya buat inovasi agar masyarakat mulai menanam kopi," imbuh Iptu Suwaris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kapolsek-serawai-iptu-suwaris_20171210_184121.jpg)