Nenek Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri Karena Tak Punya Uang Berobat

Mbah Jami ditemukan sudah tak bernyawa tergantung dengan leher terikat seutas tali di ruang tamu rumahnya.

Nenek Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri Karena Tak Punya Uang Berobat
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, GROBOGAN - Kabar tewasnya Mbah Jami (65) begitu mengejutkan para tetangganya di Dusun Wonorejo, Desa Pelem, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa tengah. Mereka tak menyangka nenek renta yang dikenal religius dan berkepribadian baik itu nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Mbah Jami ditemukan sudah tak bernyawa tergantung dengan leher terikat seutas tali di ruang tamu rumahnya. Saat itu warga yang hendak menimba air sumur penasaran karena tak ada respons dari Mbah Jami yang berulang kali dipanggilnya.

Pintu rumahnya tertutup dan sunyi.

Setelah dipastikan dengan mengintip melalui pintu papan kayu depan rumah yang telah lapuk dan berlubang itu, Mbah Jami sudah tergantung dan tak lagi bernafas.

"Mbah Jami tak akan pernah lagi menjawab dengan ramah sapaan tetangganya yang hendak meminta air sumur. Saya berteriak minta tolong kepada warga saat itu," kata Sri Lestari (22), tetangga Mbah Jami, Sabtu (9/12/2017).

Kapolsek Gabus AKP Zaenuri menyampaikan, pihak kepolisian langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian. Jasad Mbah Jami pun dilarikan ke puskesmas setempat untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim medis.

"Hasilnya tidak ditemukan tanda penganiayaan. Korban murni meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Kejadian kemarin selepas sholat Jumat," kata Zaenuri.

Dijelaskan Zaenuri, merujuk keterangan dari keluarga, korban diduga nekat gantung diri akibat putus asa karena bertahun-tahun penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Faktor ekonomi yang serba kekurangan membuat buruh tani itu enggan berobat ke rumah sakit. Selama ini ia hanya bisa terbaring lemas di rumah dengan perawatan seadanya.

"Waktu itu rumah sepi karena suami keluar beraktivitas. Korban sering mengeluh dengan penyakit diabetes dan asma yang tak juga sembuh. Karena sakit-sakitan itu, korban diduga nekat gantung diri. Korban tinggal berdua dengan suaminya. Kehidupan serba kekurangan," pungkas Zaenuri.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak:

Gerakan "Into The Light"
Facebook: IntoTheLightID
Twitter: @IntoTheLightID
Email: intothelight.email@gmail.com
Web: intothelightid.wordpress.com.

Editor: Galih Nofrio Nanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved