Breaking News:

Sembilan Tahun Kepemimpinan Sutarmidji, Pontianak Bangun 150 Masjid

Wali Kota Pontianak dua periode dan akan mengakhiri masa jabatannya akhir 2018 mendatang mempunya saran pada Dewan Masjid.

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Saat Wali Kota Pontianak, Sutarmidji melihat gambar rencana pembangunan Masjid An-Ni'mah Jalan Karimun Pontianak Kota. Jumat (8/12/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Selama 9 tahun kepemimpinan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji sejak 2008-2017 ini sekitar 150 masjid diresmikannya, itu termasuk yang baru dibangun maupun perehaban.

Pagi Jumat (8/12/2017) ini Midji melakukan peletakan Batu pertama untuk pembangunan Masjid An-Ni'mah, yang terletak di Jalan Karimun, Pontianak Kota.

"Masjid yang baru dibangun dan dibangun baru di Kota Pontianak ini kalau tidak salah sekitar 150, itu selama kurang dari sepuluh tahun ini. Alhamdulillah semuanya selesai dan bisa difungsikan walaupun masih ada yang perlu dibenahi sedikit-sedikit, tapi tidak ada yang terbengkalai," ucapnya saat diwawancarai media setelah melakukan peletakan patu pertama Masjid An-Ni', mah, Jumat (8/12/2017).

(Baca: Berperan Dalam Pembebasan Sandera di Papua, Danlanud Apresiasi Eksistensi Skadud 51 Lanud Supadio )

Selain itu, Wali Kota Pontianak dua periode dan akan mengakhiri masa jabatannya akhir 2018 mendatang mempunya saran pada Dewan Masjid.

Saran tersebut berkaitan dengan mengkoordinir seluruh masjid di Kota Pontianak untuk saling membantu dalam segi pendanaan dengan sistem pijam.

"Saya sebenarnya punya saran ke dewan masjid, harusnya dewan masjid mengkoordinir semua masjid, kadang ada masjid yang uang kasnya sampai Rp600-700 juta, tapi masjidnya sudah bagus. Daripada disimpan di bank, bagus dipinjamkan ke masjid yang sedang dibangun," saran Sutarmidji.

(Baca: Pontianak Dapat Kucuran Dana Lagi Rp 25 Miliar Dari Pemerintah Pusat, Ini Ternyata Peruntukannya! )

Ia berpendapat agar masjid tersebut cepat selesai, namun tetap dengan perjanjian bahwa masjid itu harus mengembalikan dengan jaminan dewan masjid. Sehingga masjid dibangun dapat selesai dalam satu tahun.

"Kalau cuma Rp1-2 miliar itu selesai satu tahun. Urunan dalam bentuk pinjaman, saya rasa dari 318 masjid, separuhnya punya kas lebih dari Rp200 juta rata-rata," ujarnya.

Tak hanya itu, Midji juga mempermudah setiap rumah ibadah untuk mendapatkan IMB dan pemerintah juga membantu sertifikat wakafnya.

"Sertifikat kita urus, wakaf kita bantu. Sebenarnya izin rumah ibadah apa pun yang sudah berdiri, saya putihkan perizinannya. Bukan hanya Masjid, Gereja, Kelenteng, Vihara, yang jelas yang sudah berdiri, semua akan kita berikan IMB, apapun namanya sepanjang itu rumah ibadah. Cukup pengurus ajukan saja, cukup foto dan sket sederhana saja kemudian status lahan," ucapnya.

Diperjelasnya jika saat ini status lahan tidak perlu, karena IMB tersebut ada tulisan bukan atas hak, sehingga tidak masalah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved